Home  / Pendidikan
Sekolah Alam Duri Kembali Gelar Seminar Parenting
Senin, 12 Maret 2018 | 09:45:00
der/riaueditor.com
Peserta seminar sangat antusias mendengar materi dari Adriano Rusfi, S.Psi, Sabtu (10/3/2018).
DURI, riaueditor.com - Setelah sebelumnya sukses menggelar seminar Indonesia Bermain Sains pada 20 Februari 2018 silam, Sekolah Alam Duri kembali menggelar seminar tentang mendidik anak selama 2 hari, Sabtu dan Ahad (10-11 Maret 2018) kemarin.

Acara yang diikuti sekitar seratusan orang tua wali pelajar TK sampai kelas 6 SD ini, digelar di aula lantai 2 di sekolah yang beralamat di Jalan Stadion Kecamatan Mandau.

"Kegiatan seminar parenting ini penting untuk diikuti bersama baik orang tua murid maupun calon orangtua. Dalam kesempatan ini saya sangat berterima kasih kepada orang tua wali murid yang antusias hadir untuk menerima materi dari nara sumber," kata Ketua Yayasan Sekolah Alam Duri, Husni Muslim dalam sambutannya.

Apresiasi juga diberikan Husni Muslim buat panitia penyelenggara para guru di sekolah tersebut. "Sekolah Alam Duri sudah menggelar kegiatan parenting ini untuk kesekian kalinya. Ini tentunya akan terus menambah wawasan kita bagaimana memanjemen pendidikan anak di rumah karena sejatinya orang tualah yang bertanggung jawab akan pendidikan akhlak anaknya," tutup Husni Muslim.

Melalui tema Persiapan Orang Tua Menyambut Anak Menuju Akil Baligh dengan pemateri yakni  Psikolog lulusan Universitas Indonesia  Adriano Rusfi, S.Psi yang akrab disapa Bang Aad.

Konsultan SDM dan Pendidikan Independen yang pernah menjadi Pimpinan Umum Majalah Ummi ini membuka materi pengantar, Peradaban Pada Abad 19 Tak Mengenal Masa Remaja (adolescence).

"Hebatnya, khasanah pemikiran umat Islam tak kalah untuk melakukan pembenaran atas keliru didik yang fatal ini. Hari ini harus kita terima kenyataan hadirnya generasi penuh syahwat dan angkara, tanpa kendali akal. Akan berkali-kali kita saksikan generasi hamil di luar nikah, atau sibuk membully teman-temannya," ungkap Adriano Rusfi.

Masih kata Adriano, Islam membagi perkembangan manusia ke dalam pra aqil-baligh dan aqil-baligh. "Hukum hanya mengenal anak-anak dan dewasa. Sedangkan pendidikan hanya mengenal paedagogi dan andragogi. Lalu belakangan muncul generasi yang bukan anak, juga bukan dewasa, namanya remaja. Terjadi kebingungan identitas dan perlakuan dalam masa transisi yang makin panjang. Mereka menjadi galau dengan dirinya. Mari kita akhiri ini. Kita didik kembali anak-anak kita menjadi pemuda aqil-baligh yang sepenuhnya dewasa. Kita bentuk kembali generasi progresif yang menjadi kebanggaan manusia, bukan ABG nan agresif," ajak Andriono.

Sementara itu, Ketua Panitia, Rahmat Hidayat, mengatakan seminar parenting ini dapat mejadi wadah bagi orang tua untuk dapat saling berbagi pengetahuan tentang persiapan orang tua dalam menyambut masa akil baligh pada anak.

“Pada momen akil baligh inilah sebagai orang tua harus bisa memberikan pemahaman kepada anak bahwa ia harus mengetahui dan memahami semua yang dikerjakannya akan diperhitungkan sebagai amal baik atau amal buruk di yaumil hisab,” katanya.

Anak juga, tambahnya, harus memahami bahwa ia tidak hanya harus bertanggung jawab pada dirinya sendiri namun juga memiliki kewajiban terhadap keluarga, tetangga, masyarakat di lingkungannya," tutup Rahmat.

"Alhamdulilah, ini kesekian kalinya saya mengikuti seminar parenting yang diadakan sekolah ini dengan tema yang berbeda. Namun hari ini saya melihat penjelasan dan pemaparan yang begitu luar biasa membuat saya semakin banyak intropeksi diri dan banyak belajar lagi sebagai orangtua dalam mempersiapkan masa akil baligh untuk anak saya. Terima kasih kepada panitia semoga kedepan acara ini terus berjalan dengan baik agar sinkronisasi antara pendidikan di sekolah dengan di rumah berjalan dengan baik," ungkap seorang wali murid, Usman pula.

Acara ditutup dengan pembacaan do"a dan pembagian doorprize untuk peserta yang memberikan pertanyaan dan berani mengungkapkan kesannya setelah mengikuti kegiatan seminar parenting.(der)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Tikus Mati Ditemukan dalam Sup, Nilai Restoran Merosot Rp2,8 Triliun
Viral Ulama Ajak Perempuan dengan Pakaian Seksi Salawat di Klub Malam Bali
Demi Hukum Siswa, Sekolah di Batam Ini Bikin Sel Tahanan Mirip Penjara
Simpan Sabu Dalam Softex, Pengunjung Lapas Bangkinang Ditangkap
Tangis Haru Di Malam Penutupan Paskibra Bengkalis

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad