Home  / Pendidikan
Sepi Murid, SDN 27 Wonosari Bengkalis akan di Merger?
Sabtu, 12 Agustus 2017 | 10:41:24
der/riaueditor.com
SDN 27 Wonosari, Kecamatan Bengkalis.
Sepi Murid, SDN 27 Wonosari akan di Merger

BENGKALIS, riaueditor.com - Kurangnya minat wali murid untuk menyekolahkan anak mereka di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 27 Wonosari, Kecamatan Bengkalis, membuat SDN sepi akan murid, terbukti untuk tahun ini penerimaan murid baru hanya berjumlah tiga orang. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Edi Sakura melalui Kabid SD Suwanto, saat ditemui media baru-baru ini mengatakan kalau keberadaan sekolah yang minim siswa termasuk di SDN 27 Wonosari, akan di mergerkan ke sekolah yang ada di sekitar wilayah tersebut. Namun hal ini baru akan dikaji dan dievaluasi oleh pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis.

“Kita masih mempertimbangkan sekolah nanti di marger atau tidak, karena tidak mudah kalau di merger. Perlu ada tinjauan berapa sekolah disana, termasuk madrasahnya berapa, dan juga akses pada SDN lain jauh atau tidak,” terang suwarto.

Lanjutnya, secara akses antara sekolahan Negeri itu lebih dekat maka sangat memungkinkan untuk di merger, tapi kalau jarak tempuhnya jauh mungkin masih dipertimbangkan. Karena menurutnya, tidak mudah untuk menghilangkan lembaga pendidikan.

Kepala Sekolah SDN 27 Saiful Apuan Spd melalui Sumarji salah satu guru senior ditemui Jumat (11/8/17) mengatakan, "Kami sebagai pendidik disini tidak mengharapkan sekolah kami dibubarkan (marger.red) masih perlu dipertimbangkan sejarah awal sekolah ini dan penyebab tidak adanya murid baru enam tahun belakangan ini dan yang utama malah fisik sekolah yang sebagian ruang belajarnya masih semi permanen," papar Sumarji.

Dijelaskan Sumarji, kami telah berkoordinasi dengan kepala desa Wonosari tentang kondisi sekolah kami dan pihak desa pun mengatakan jangan bubarkan SDN 27 karena ada nilai sejarahnya, ada cara lain untuk mengatasi kekurangan murid tersebut," katanya.

Sofyan salah satu warga wonosari yang juga ketua LSM Merapu mengatakan, "Saya salah satu alumni SDN 27 ini dan satu-satunya sekolah dasar di daerah kami, dan saya tidak setuju SDN 27 dibubarkan. SDN ini ada nostalgianya bagi kami para alumni," ungkap Sofyan.

Namun, saat ditanya soal faktor sedikitnya murid di SD tersebut, pihaknya langsung menjelaskan kalau orang tua sekarang sudah pada mengetahui kalau tidak hanya memilih pengetahuan umum tapi juga memahami secara ilmu agama, yakni dengan bersekolah di Madrasah.

“Ya, kita tidak bisa memaksa, karena pendidikan tidak bisa untuk dimaksa, kalau faktornya masyarakat lebih memilih ke Madrasah, saya juga bersyukur karena masyarakat atau orang tua sudah bisa memilih dan itu tidak bisa dipaksa. Memungkinkan kalau orang tua selain memilih ilmu pengetahuan umum mereka juga memilih pengetahuan keagamaan,” tambahnya.(der)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Gagal Rampas Rp100 Juta Milik Nasabah, Dua Rampok Bersenpi Dihajar Massa
Humas SMAN 12 Pekanbaru: Disdik Provinsi Bolehkan Pungut Uang Komite
Bupati Suyatno Sampaikan Masukan, Nama Durolis Diubah jadi Rodulis
Demi Hilangkan Kutukan, Seorang Remaja 18 Tahun di India Menikahi Anjing Liar
SDN 001 Panipahan Tak Pernah Dapat Bantuan Rehab Sekolah Dari Manapun

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU