Home  / Pendidikan
Geliat Pesantren Programmer di Lampung, Memadukan Teknologi dengan Religi
Minggu, 8 Januari 2017 | 09:55:48
Tri Purna/Okezone
Aktivitas santri di Pesantren Programmer Lampung
BANDAR LAMPUNG - Pesantren Programmer Lampung tak hanya mencetak program dan programer andal. Melainkan juga, programer yang berperilaku baik. Hal ini penting untuk kelanjutan bisnis dengan konsumen.

"Banyak programer nakal. Uangnya sudah diberikan oleh konsumen, tapi program yang dipesan entah kemana, orangnya juga entah kemana. Pesantren Programmer ini berusaha membentuk programer yang cerdas dan berakhlak baik," kata Iwan Setiawan dari PT Andaglos Global Teknologi yang memprakarsai Pesantren Programmer Lampung, Sabtu (7/1/2017).

Iwan menceritakan, Pesantren Programmer Lampung adalah usaha untuk menggabungkan antara kegiatan keagamaan dengan pembelajaran bahasa pemprograman. Membentuk programer berakhlak baik itu salah satu tujuannya.

“Awalnya kami melihat di Lampung ini banyak anak muda yang memiliki potensi bagus untuk dikembangkan dalam programing, hanya belum tersalurkan. Padahal peluang pasar yang ada sangat bagus," katanya.

Para santri yang telah diterima dalam Pesantren Programmer, kata Iwan, akan menjalani pendidikan agama dan programing secara intensif selama satu tahun. Pelajaran yang diterima antara lain, Pemrograman Web, Pemrograman Mobile, Database, Desain, Karakter, Alquran, Tahsin, Tauhid, Fikih, dan Akhlak Islami.

"Kegiatan keagamaan itu dilakukan malam di pesantren atau di pondokan. Sementara kegiatan programing itu dari pagi sampai sore di sini," katanya. Tempat pembelajaran pembuatan program itu sendiri dilakukan di Kantor PT Andaglos Global Teknologi di Kompleks Ruko Terminal Kemiling.

Iwan yang telah lebih dari 10 tahun berkecimpung di bisnis pemprograman ini mengatakan, dengan adanya Pesantren Programmer tersebut sangat efektif membentuk kepribadian dan akhlak programer yang baik.

"Selain cerdas dan memiliki kapasitas, akhlaknya juga bagus. Ini sangat penting untuk kelanjutan usaha bisnis programing. Karena di bisnis ini, programer bukan hanya membuat sebuah aplikasi atau program saja, tetapi juga maintenance (perawatan) aplikasi itu," katanya.

Selain hal tersebut, perbedaan metode pembelajaran program di pesantren yang berdiri sejak Januari 2016 lalu itu pun membuat para santri bisa membuat sebuah program hanya dalam kurun waktu satu bulan. Angkatan pertama, kata Iwan, belajar program satu bulan sudah bisa.

"Nah angkatan ketiga ini kami saja kaget, dua minggu sudah bisa, sudah jadi produknya. Sekarang kami membuka pendaftaran angkatan keempat," katanya.

Ia menjelaskan, metode yang dipakai yakni hanya mempelajari yang dibutuhkan saja. Hal itu berbeda dengan pembelajaran di kampus yang mempelajari segala aspek dari programing.

"Enggak dipelajari semua. Begitu mereka masuk, sudah ada order produk. Jadi mereka langsung mengerjakan itu. Nah, yang dibutuhkan saja yang dipelajari," katanya.

Hingga saat ini, kata Iwan, sudah ada lima proyek aplikasi dan program yang telah selesai dikerjakan, yakni aplikasi klinik kesehatan yang kini dipakai oleh Kosasih Group. "Ada empat rumah sakit yang juga akan memakai program ini," katanya.

Program lain yakni, aplikasi restoran dan toko, serta aplikasi untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Iwan mengatakan, aplikasi dan program hasil produk berjalan di platform online dan bisa diakses melalui ponsel.

Hendri, salah satu santri angkatan pertama yang ikut membuat aplikasi klinik kesehatan itu mengatakan, awal belajar memang sangat sulit. Karena memang sangat awam dengan bahasa pemprograman.

"Saya buatnya berdua dengan teman. Jadi satu tim itu ada dua orang. Istilahnya kalau dalam balapan, satu orang jadi driver, yang satu lagi jadi navigator. Nanti gantian," katanya.

 

(sal/okezone)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
8 Putra Putri Terbaik Bengkalis akan Dikirim Belajar ke Pesantren di Jawa
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Tingkatkan Kemampuan Prajurit TNI
Yonif 623/BWU Rayakan HUT Ke-56, Beri Bantuan ke Pesantren di Darfur
Pemkab Inhil Akan Kucurkan 23,4 Milyar Untuk Madrasah dan Ponpes
Diduga Korsleting, 11 Ruangan di Ponpes Anwaru Ulum Inhil Ludes Terbakar

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU