Home  / Pendidikan
Lantaran Miskin, Guru SDN 008 Air Molek "Usir" Murid Dari Sekolah
Sabtu, 16 Juli 2016 | 11:44:13
ilustrasi
RENGAT, Setelah melakukan pungutan terhadap para wali murid, guru SDN 008 Air Molek kecamatan Pasir Penyu kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) kembali berulah. Kali ini, seolah memaksa murid miskin segera pindah dari sekolah tersebut.

Tanpa alasan yang jelas seorang guru di sekolah tersebut, seakan `mengusir` menanyakan kepada salah seorang murid yang masih duduk di bangku kelas 1 SDN 008 kapan akan pindah dari sekolah tersebut, pertanyaan ini setiap hari diajukan kepada sang murid.

Tak kuat atas perlakuan yang kurang menyenangkan dari gurunya, kucuran air mata bocah tersebut memutuskan untuk pulang dan langsung melapor ke orangtuanya. Tak senang, orangtua kemudian mendatangi pihak sekolah guna klarifikasi.

Menurut salah satu sumber, orangtua murid sempat mengamuk di sekolah tersebut dengan mengatakan, "Jangan mentang-mentang saya orang susah diperlakukan seenaknya saja," katanya.

Pada akhirnya orangtua bocah miskin tersebut memutuskan untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain, karena setiap hari ditanya `kapan akan pindah dari sekolah tersebut` menyebabkan si anak tak mau lagi ke sekolah.

Sementara, pihak sekolah belum mau memberikan keterangan terkait hal ini. (Ali)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Bupati Wardan Minta Disdukpencapil Lakukan Standarisasi Indikator Kemiskinan
Polsek Batu Hampar Antisipasi Narkoba di Sekolah
Minta Tunggakan Sekolah Dilunasi Sebelum Ujian, DPRD Desak Sekolah Pro Aktif
Pakaian Seragam Siswa Bukan Tanggungjawab Pemerintah
Pasukan Garuda Berikan Sumbangan Ke Sekolah dan Masjid di Sudan
Terdapat 3 komentar untuk artikel ini.
pensiunkan saja guru yang seperti itu..

Harus ada tindak lanjut untuk si oknum guru tersebut.

Kenapa guru hanya benar-benar terasa sebagai guru jika di daerah-daerah terpencil, terisolir, terpelosok ?

Aku bosan membaca berita skandal guru yang berasal dari sekolah di perkotaan.

Semoga kasus ini cepat diusut. Dan oknum guru di SD tersebut mendapatkan sanksi sesuai hukum yg berlaku. Karena ini tindakan diskriminasi nama ny. Pelaku bisa dijerat pasal berlapis, pelanggaran HAM dan melanggar UU perlindungan anak sesuai bunyi pasal 13 ayat (1).
Kalau ada kabar terbaru tentang berita ini tolong disebarkan lagi ke media. Thanks Riau Editor 👍🏻

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU