Home  / Pemerintahan
APBD Kampar Tahun 2019 Sebesar Rp 1,8 T Diluar DAK
Kamis, 13 September 2018 | 11:32:21
sy/riaueditor.com
Bupati Kampar, H Azis Zainal Menyerahkan draf KUA PPAS tahun 2019 kepada Ketua DPRD Kampar, Ahmad Fikri yang didampingi Wakil ketua DPRD Kampar, Sunardi DS, Muhammad Faisal dan H Sahidin di ruang sidang paripurna DPRD Kampar, Rabu (12/9/2018)
KAMPAR, riaueditor.com - Dalam rapat paripurna masa sidang III tahun 2018, Bupati kampar, H Azis Zainal menyampaikan APBD Kampar tahun 2019 diperkirakan hanya sebesar Rp 1,8 trilliun diluar dana alokasi khusus (DAK).

Sidang ini membahas Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Kabupaten Kampar 2019 di ruang sidang Paripurna DPRD Kabupaten Kampar, Rabu (12/9/2018).

Penyampaian KUA-PPAS ini merupakan amanah Peraturan Pemerintah nomor 58 tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan daerah dan Permendagri nomor 13 tahun 2006 Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana yang telah diubah dengan Permendagri nomor 21 tahun 2011 tentang perubahan kedua atas permendagri nomor 13 tahun 2006 pedoman pengelolaan keuangan daerah yang mengamanatkan Kepala Daerah menyususn dan merancang KUA-PPAS berdasarkan RKPD dan berpedoman pada penyususnan APBD yang ditetapkan Menteri Dalam Negeri setiap tahunnya dan untuk Anggaran Tahun 2019 telah kita susun sesuai dengan Permendagri Nomor 38 tahun 2018.

Dijelaskan Azis, PBD Kampar pada tahun 2019 diperkirakan sebesar Rp1,8 triliun diluar DAK sebesar Rp 300 sampai 400 Milyar. 

Sementara untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kampar tahun 2019 dirancang sebesar Rp 214 Milyar, dimana sebelumnya sebesar Rp.171 Milyar, kata Azis

Ini merupakan upaya Pemkab Kampar dalam meningkatkan PAD dan kita terus berupaya untuk mencari dana yang ada di Pusat, terangnya

Azis merinci, dari APBD sebesar Rp1,8 triliun ditambah dengan DAK dan PAD Kampar besaran dana Kampar secara total sebesar Rp.2,1 Triliun sampai Rp. 2,2 Triliun tersebut terdapat belanja tidak langsung sebesar Rp 1,2 triliun lebih dan belanja langsung sebesar Rp 664 milyar lebih.

"Ini merupakan kesenjangan yang dirasakan setiap tahun, tidak seimbangnya belanja langsung dan tidak langsung yang perbandingannya 67 persen berbanding 33 persen," ujarnya.

Ini yang harus kita pikirkan dan perlu perjuangan bersama dengan cara menaikkan PAD lebih dari 250 milyar. "Mohon dukungan dari Anggota DPRD Kampar," ujarnya

Lebih jauh, Bupati Kampar mengatakan bahwa pemkab Kampar telah membuat rancangan percepatan pembangunan segala bidang dengan skala prioritas.

untuk itu, ia berharap APBD Kabupatwn Kampar tahun 2019 secepatnya dibahas dan disahkan, sehingga lebih cepat membangun.

Pembangunan Kampar bukan saja pembangunan fisik namun juga mental, semoga apa yang kita rencanakan dapat kita wujudkan, ucapnya.

Sidang paripurna penyampaian KUA PPAS dipimpin oleh ketua DPRD Kampar, Ahmad Fikri yang dihadiri lebih separoh anggota DPRD Kampar, Forkopimda dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Kampar.

Ketua DPRD Kampar, A. Fikri yang didampingi wakil Ketua DPRD Kampar meminta kerjasama sengan OPD untuk pembahasan agar dapat dilanjutkan proses selanjutnya sehingga menjadi peraturan daerah (Perda) APBD Kabupaten Kampar tahun 2019. (Syailan Yusuf)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Mundur Dari Rais Aam, KH Ma’ruf Amin Jabat Mustasyar PBNU
Serba-serbi Utang Pemerintah yang Nilainya Rp 4.363 T
Hormat Saat Indonesia Raya Dikumandangkan, Jokowi Tak Paham Aturan?
Sengkarut Penerimaan CPNS 2018, Bukti Persiapan yang Asal-asalan?
Kapuskes TNI: Tanamkan Semangat Militansi Pada Pelaksanaan Baksos Kesehatan TNI

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad