Home  / Pemerintahan
Antisipasi Warga Mencurigakan, Plt Bupati Siak Minta RT/RW Data Warga Baru
Selasa, 22 Mei 2018 | 17:38:25
Diskominfo Siak
Plt Bupati Siak Dra Alfedri bersama Forkopimda berfose bersama,usai mendeklasikan tolak aksi teroris Senin, (21/5/2018) pagi, di Aula Kantor Bupati Siak.
SIAK, riaueditor.com - Plt. Bupati Siak, Drs H Alfedri MSi meminta masyarakat, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap terorisme. Warga Siak diharapkan mendeteksi dini upaya teror dengan aktif memantau kondisi di lingkungan masing-masing.

Menurut Alfedri, Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) sebagai salah satu langkah strategis yang bisa digalakkan masyarakat. Lewat konsep ronda swadaya, masyarakat dipercaya bisa lebih waspada terhadap ancaman di lingkungannya.

"Saya minta mulai dari RT/RW untuk mendata setiap warga baru, rumah kontrakan maupun rumah kos di wilayahnya, yang dikoordinir oleh penghulu/lurah dan camat setempat," kata Alfedri, Senin (21/5/2018) pagi di aula Kantor Bupati Siak.

Lebih lanjut disampaikannya, Pemerintah Kabupaten Siak telah membuat surat edaran Siskamling, sebagai penegasan untuk kembali membentuk Siskamling. Ini agar digalakkan kembali melalui koordinasi pemerintah daerah.

Dikesempatan itu, masyarakat juga diminta untuk tidak khawatir secara berlebihan terhadap terorisme. Sebab Kepolisian dan TNI diyakini telah berupaya mengantisipasi setiap ancaman, yang  penting adalah masyarakat tetap terus waspada.

Sementara Kapolres Siak, AKBP Ahmad David SIK, akan membuat program zero miras, zero premanisme dan pemberantasan narkoba. Karena menurut dia, upaya pencegahan lebih baik dari pada penindakan.

Menurut Dandim 0303 Bengkalis Letkol Inf Timmy P Harvianto, permasalahan teroris dan radıkalisme di daerah tentulah tidak cukup untuk diketahui semua, oleh karena itu perlu adanya kerjasama dengan masyarakat.

Ia menghimbau dengan banyaknya keyakinan dalam menjalankan ibadah muslim hendaknya dikembalikan sesual ajaran Alquran dan hadis dan untuk penertiban  premanisme harus di ambil sikap tegas, agar ada efek jera.

Kajari Siak Jondri menambahkan, di lingkungan RT/RW setiap tamu atau orang tak dikenal wajib lapor 1x24 jam, sebagai upaya pencegahan dini. Karena kata dia, pelaku teror tersebut bisa dari warga Siak sendiri maupun dari pendatang. Kemudian mewaspadai setiap pelabuhan tikus disetiap kecamatan atau wilayah yang ada aliran sungainya.

Diujung acara dilakukan penandatangan pernyataan dan sikap serta Maklumat bersama, oleh Forkompimda, seluruh camat se Kabupaten Siak, Kemenag Siak, FKUB, dan Forum Pembauran Kebangsaan. (hms/adi)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Danrem 031/WB Hadiri Pembukaan TMMD Ke 103 Di Kecamatan Tenayan Raya
Satkes Kogasgabpad NTB Terus Berikan Pelayanan Kesehatan Warga Korban Gempa Lombok
Kapolresta Pekanbaru Melantik Pejabat Baru
Disdik Pekanbaru Targetkan Pindah Kantor Triwulan Pertama 2019
Zulkifli Sebut Miliki Sertifikasi Pengadaan Barang/Jasa Tahun 2015

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad