Home  / Pemerintahan
Plt Gubri, Anshari Kadir akan Diproses BKPPD
Selasa, 8 Desember 2015 | 13:58:18
xxx/riaueditor.com
Plt Gubri, Anshari Kadir akan Diproses BKPPD
PEKANBARU, riaueditor.com - Terkait pelecehan yang dilakukan oleh Kepala Bagian Administrasi Pendidikan dan Agama Biro Kesra Provinsi Riau, Anshari Kadir, Pelaksana Tugas Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman akan menyerahkan kasus tersebut kepada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Riau serta Inspektorat Riau.

"Diakan Aparatur Sipil Negara, maka prosesnya sesuai aturan ASN," kata Plt Gubri saat menerima massa puluhan wartawan dari berbagai media yang berdemo di Kantor Gubernur Riau, Selasa (8/12) siang.

Disebutkannya, terkait pelecehan yang dilakukan oleh Anshari Kadir, Plt Gubri meminta agar para wartawan untuk mau menerima permintaan maafnya. "Kita sebagai manusia harus bisa memaafkan, apalagi beliau pernah satu profesi dengan rekan-rekan sekalian," ujar Plt Gubri.

Mendengar pernyataan dari Andi Rahman, sapaan akrab Plt Gubri, sontak massa pendemo berteriak menolak permintaan Plt Gubri. "Ansyari Kadir telah melecehkan profesi kami sebagai wartawan dan kami akan tetap memprosesnya ke jalur hukum," teriak massa.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Bagian Administrasi Pendidikan dan Agama Biro Kesra Provinsi Riau, Anshari Kadir, melecehkan profesi Wartawan. Pelecehan terjadi ketika Ashari menyampaikan Materi resmi kedinasan pada acara Akselerasi UKS di lantai IV Kantor Bupati Rokan Hilir, Senin (7/12).

Asal bunyi alias asbun yang dilontarkan Anshari dalam kegiatan yang dihadiri oleh seluruh Camat, Kepala Puskesmas se Rohil dan puluhan undangan dari Sekolah serta ASN dan Honorer, Asisten III Bagian Bina Kesra, bermula pada mukaddimah saat dirinya memperkenalkan diri selaku orang terhormat dari Provinsi Riau.

Anshari yang mengaku pernah melakoni pekerjaan sebagai wartawan di stasiun radio daerah di Pekanbaru ini, dengan sombong mengungkapkan bahwa wartawan tidak lain dan tidak bukan hanya pandai mencari-cari kesalahan orang lain tanpa terlebih dahulu mengoreksi kesalahan dirinya sendiri.

"Wartawan pandainya hanya cuma menyorot dan mencari kesalahan orang saja, namun tak pandai menyorot diri sendiri," katanya disaksikan oleh pejabat Rohil, di antaranya Asisten III Ali Asfar, Kepala Dinas Kesehatan Junaidi, Saleh dan Kadisdik Ir H Amiruddin.

Dengan dalih lain dan sepertinya trauma dengan wartawan, Anshari juga menyebutkan bahwa pihaknya sampai sekarang masih sering disalahkan orang, meskipun sudah bekerja dengan baik.

"Ibu dan bapak-bapak tau tidak, dulu itu setiap ada acara lomba lari, selalu wartawan yang menjadi juara. Asal ibu tahu, karena saat lomba akan dimulai, lempar saja amplop, maka wartawan akan lari dengan cepat," katanya sambil tertawa diikuti tepuk tangan hadirin.

Seperti orang kesurupan, Ashari tetap membuat guyonan yang jelas-jelas melecehkan profesi pers. Bahkan ia sempat membela dirinya ketika menjadi wartawan dulu, dia tidak mau diberi amplop oleh narasumber.

"Saya dulu tak mau, bukan karena isinya limapuluh ribu, tapi memang saya tidak mau. Paling sekali-kalilah, pas mau berangkat ke Jakarta," ujarnya sinis.(***)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Wartawan Inews TV Dianiaya Sekelompok Preman
Wartawan Koran Riau Korban Pengeroyokan di Desa Sinamanenek Minta Proses Kasusnya Dipercepat
Innalillahi... Wartawan Senior Ahmad Taufik Meninggal Dunia
Wartawan Parlemen Riau Segera Deklarasi
Harjono, Wartawan Riau Pos, Mantan Ketua PWI Rohul Tutup Usia
Terdapat 1 komentar untuk artikel ini.
..., wah kebablasan guyonan itu....dan sangat tak patut bila diutarakan dalam brieging resmi........

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU