Home  / Pemerintahan
Tak Sesuai Spek, Proyek Pipa Transmisi Rp3,4 M di Tembilahan `Amburadul`
Senin, 23 Juni 2014 | 14:27:23
Foto: Proyek Pipa Transmisi di Tembilahan.dm
PEKANBARU, Riaueditor.com- Tidak sesuai spesifikasi, proyek Pengadaan dan Pemasangan Pipa Transmisi PE 100 DN 500 MM di Kota Tembilahan Tahun Anggaran 2013 senilai Rp3.415.618.000, amburadul. Akibatnya, pipa sepanjang dua kilometer yang membujur di sebelah kanan sepanjang jalan dari arah Tembilahan-Sungaisalak itu, bagaikan ular raksasa tidur menghalangi jalan masuk rumah pendudiuk.

"Parah bang, kalau mau keluar dan masuk ka rumah kami nih, amun motor mesti diangkat berdua, baru ingkat melewati pipa ganal nih. (Payah kami kalau mau keluar dan masuk rumah, kalau bawa sepeda motor mesti diangkat berdua, baru bisa melewati pipa besar nih," keluh salah seorang penduduk kepada wartawan di lapangan.

Memang, hasil peninjauan di lapangan, proyek yang dikerjakan oleh PT. Panatori Raja, beralamatkan Jalan M. Nawi Harahap No. 151 Medan itu, terlihat amburadul. Di sana sini, tergeletak pipa berdiameter lumayan besar itu timbul di atas tanah menghalangi rumah penduduk. Sesuai dokumen kontrak, pipa-pipa itu mestinya ditanamkan di kedalaman 1,36 meter dan ditahan dengan skor pipa kayu bakau/cerucuk.

Informasi yang dirangkum dari berbagai sumber menyebutkan, proyek ini mesti selesai dikerjakan pada 16 November 2013, namun awal Januari 2014 masih terlihat sejumlah pekerja sedang menyelesaikan beberapa pekerjaan yang belum selesai. Anehnya, uang termyn sudah dicairkan 100 persen sekitar pertengahan Desember 2013.

Salah seorang petinggi PDAM Tembilahan mengakui bahwa proyek Pengadaan dan Pemasangan Pipa Transmisi PE 100 DN 500 MM ini tidak  sesuai dengan spesifikasi seperti tertuang dalam kontrak. "Beritakan aja tuh proyek, tak jelas, sarat dengan KKN (kolusi, korupsi, dan nepotisme). Masak sampai saat ini, pipa-pipa itu masih timbul. Mestinya kan dibenamkan sedalam 1,4 meter," tegasnya kemarin.

Sayangnya, ketika dikonfirmasi Muhammad ST MT, yang kala itu menjabat Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau dan Kuasa Penggunaan Anggaran, tidak berhasil dihubungi. Hanya terdengar nada masuk di ujung telepon selularnya.

Namun dalam satu kesempatan, Muhammad yang sekarang menjabat Kepala Dinas PU itu pernah mengatakan akan memanggil pihak kontraktor dan memerintahkan agar pipa-pipa yang timbul itu ditanamkan di kedalaman sesuai spefikasi dalam dokumen kontrak. Tapi kenyataannya, sampai berita ini naik cetak pipa-pipa itu masih timbul; sementara masa pemeliharan 180 hari kalender yaitu dari 17 November 2013 s/d 29 April 2014, sudah berakhir.(dm)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Penyebab Cahaya Matahari Tak Sampai ke Dalam Laut Dijelaskan Alquran dan Sains
Duh, Pencetakan Sawah Baru Belum Capai Target
LBH Pekanbaru: Tujuh Perusahaan Tidak Berikan THR Kepada Karyawan
Bupati Inhil Lepas Pawai Takbir Idul Fitri 1438 H
Apa Hukum Takbir Keliling?
Terdapat 1 komentar untuk artikel ini.
Waddduh Muhammad, ternyata kau sama aja dg SF Hariyanto, korupsi juuga

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU