Home  / Opini
Isra Mikraj: Analisis Isi dan Pesan salat
Sabtu, 14 April 2018 | 16:37:02
foto: Antara
ISRA Mikraj Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dan dari Masjidil Aqsha menuju Sidratil Muntaha membawa pesan utama berupa kewajiban salat lima waktu dalam sehari semalam.

Dari segi cara penetapan syariat salat, yaitu dengan mengaudiensikan hamba-Nya, Muhammad SAW di Sidratil Muntaha, salat merupakan ibadah fisik, mental spiritual, dan moral yang luar biasa signifikan bagi kehidupan muslim. Sedemikian pentingnya salat sehingga Nabi SAW menegaskan bahwa, “Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah salatnya. Apabila salatnya baik, dia akan mendapatkan ke beruntungan dan keselamatan. Apa bila salatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari salat wajibnya, Allah SWT me ngatakan: “Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan salat sunah? Maka salat sunah tersebut akan menyempurnakan salat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lain nya seperti itu.” (HR Abu Daud, Ahmad, al-Hakim, dan al-Baihaqi).

Apakah salat sudah menjadi standar baik-buruknya kinerja hidup muslim? Bagaimana menjadikan salat sebagai ibadah bermakna: fungsional dan trans formasional, dalam arti mem buahkan kepribadian mulia, sehingga berfungsi membentengi dan menjauhkan diri dari perbuatan keji dan mungkar (QS al-’Ankabut [29]:45)? Asumsinya, jika umat Islam sukses dalam melakukan salat hebat: salat khusyuk, bermakna, fungsional, dan transformasional, niscaya perilaku kemaksiatan, kemungkaran, kejahatan, korupsi, dan sebagainya dapat dieliminasi dan dijauhkan dari kehidupan muslim?

Analisis Isi

Salat hebat itu bukan sekadar ritual formal tanpa makna dan pesan substansial. Salat hebat menghendaki pelakunya memahami, menyelami, menghayati, dan mengaktualisasi isi dan substansi salat. Gerakan, bacaan, dan amalan dalam salat tidak sebatas dijalankan sesuai syarat dan rukunnya, tetapi juga harus diterjemahkan dan di trans formasikan dalam kehidupan. Salat hebat itu menyalatkan hati, pikiran, gerak an, dan sistem kehidupan. Ritualitas salat di integrasikan dengan aktivitas kehidupan sesuai dengan pesan moral salat itu sendiri.

Salat hebat di syaratkan berwudu, penyucian diri (hati dan pikiran), pakaian, dan tempat salat, agar dapat menggapai pendekatan diri kepada Allah Yang Mahasuci. Jika dianalisis, salat wajib lima waktu itu ternyata berisi 109 kali takbir (termasuk takbiratul ihram), 17 rakaat, 5 kali membaca doa iftitah (pem bukaan), 17 membaca surah al-Fatihah dan surah atau ayat se - lain al-Fatihah, 17 rukuk berikut doa nya, 17 i’tidal (berdiri tegak dan diam sejenak setelah rukuk, berikut doanya, 34 sujud berikut doanya, 9 kali tahiyat dan tasyahud,dan 10 kali salam.

Apabila muslim melaksanakan salat sunah rawatib, dhuha, tahajjud, tahiyatul masjid, dan lainnya, maka dapat dipastikan bahwa frekuensi gerakan dan bacaan tersebut akan semakin intens. Apa isi dan substansi yang dapat dimaknai dari gerakan dan bacaan salat? Analisis isi menunjukkan bahwa frekuensi terbesar dari gerakan dan bacaan salat adalah takbir. Esensi tak bir adalah deklarasi dan peneguhan hati bahwa Allah itu Mahabesar. Deklarasi ini mengandung makna bahwa hamba harus mengagungkan-Nya, dengan merendahkan hati dan pikirannya dalam beraudiensi denganNya. Implikasinya, mushalli (pelaku salat) harus memiliki akhlak rendah hati, tidak sombong, tidak takabur, tidak arogan, dan tidak otoriter atau merasa paling berkuasa.

Gerakan dan bacaan (doa) sujud menempati posisi kedua terbanyak (34 kali). Hal ini menunjukkan bahwa integrasi takbir dan sujud, sebagai manifestasi perendahan hati dihadapan ilahi, dengan mencium “tanah” kehidupan, agar benar-benar menjadi hamba-Nya yang tunduk dan patuh kepada-Nya. Sujud dalam salat itu membangun loyalitas dan keintiman spiritual supaya hamba tahu diri dan menunjukkan totalitas ketaatan kepada-Nya. Lebih-lebih dalam salah satu bacaan (doa) iftitah, hamba dilatih membulatkan tekad bahwa salat ku, iba dah ku, hidup dan matiku hanya karena mengharap rida Allah, Tuhan semesta raya.

Beberapa riset menunjukkan bahwa aneka gerakan dan bacaan dalam salat merupakan pemenuhan kebutuhan jasmani dan rohani hamba. Gerakan takbir, berdiri tegak lurus, rukuk, i’tidal, sujud, duduk tahiyat, dan salam dengan menoleh ke kanan dan ke kiri merupakan representasi “olahraga dan olah jiwa” yang sehat dan bermaslahat bagi rotasi dan rutinitas ke hidupan. Tanpa salat, manusia bisa jadi tidak sehat jasmani dan rohani. Bahkan salat hebat itu sejatinya membuat hati dan pikiran menjadi damai dan bahagia lahir dan batin.

Pesan Salat

Gerakan dan bacaan salat sa r at dengan pesan moral. Dalam salat berjamaah terdapat pesan kuat bahwa jamaah salat harus bersatu karena harus mengingat Allah (dzikrullah) dengan menghadap pada kiblat yang sama, yaitu Kakbah (Baitullah). Salat jamaah juga mengandung pesan spiritual dan sosial berupa pentingnya kebersamaan, ketaatan kepada imam salat, kesucian hati dan pikiran, kedisiplinan, dan keseteraan.

Siapa pun yang melaksanakan salat berjamaah sejatinya di hadapan Allah itu sama, tidak ada diskriminasi. Selain merupakan tazkiyat annafs (penyucian diri), salat juga sarat dengan pesan pendidikan mental spiritual dan moral. Melalui salat, mushalli diedukasikan untuk menjadi hamba yang memiliki kecerdasan romantis dalam bentuk pendekatan diri dengan Allah. Kecerdasan romantis merupakan kunci kedekatan dan komunikasi hamba dengan-Nya, sesuai dengan komitmen teologis yang dinyatakan dalam surah al-Fatihah: “Hanya kepada Engkau lah kami beribadah/menyembah dan hanya kepada Engkau pulalah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus (benar).” (QS al-Fatihah [1]: 5-6).

Gerakan salat menunjukkan ritme, irama, dan dinamika kehidupan yang sangat proporsional dan fenomenal, karena terbukti semua gerakan itu menyehatkan dan membahagiakan. Ge rakan rukuk, misalnya, dapat memberikan peregangan saraf dan otot-otot pada lutut, pinggul, punggung, dan leher, sehingga memberikan efek relaksasi. Gerakan sujud membuat kerja jantung rileks dan ringan dalam memompakan darah kesemua jaringan dan aliran darah dalam tubuh. Oleh karena itu, Nabi SAW sangat merindukan gerakan sujud, dan membuat sujudnya lama, karena saat sujud itulah Nabi SAW merasakan ketenteraman dan ke damaian hati di hadapan Tuhan.

Salat menjadi jembatan spiritual yang menghubungkan cinta hamba dengan Sang Khalik. Bacaan dan doa dalam salat juga menutrisi hati dan pikiran mushalli dengan penguatan iman, peneguhan tauhid, pemantapan disiplin waktu, penguatan ketaatan, totalitas pengabdian, dan penyuburan harapan-harapan pascasalat. Semua doa dalam salat mencerminkan optimisme hamba untuk memperoleh ampunan (maghfirah), kasih sayang, rezeki, keberkahan, dan kemuliaan hidup. Walhasil, salat hebat idealnya menjadi standar dan tolok ukur kebaikan pribadi dan keluruhan akhlak hamba.

Di atas semua itu, ritualitas takbir, rukuk, i’tidal, sujud, dan duduk tahiyat dan tasyahud itu harus diakhiri dengan salam yang mengandung pesan perdamaian. Salam di akhir salat yang disimbolisasi dengan menoleh ke kanan dan ke kiri menunjukkan bahwa kesalehan personal dari salat harus ditindaklanjuti dengan kesalehan sosial dan moral. Mushalli yang hebat dan sukses pasti menjadi pelopor keselamatan, kedamaian, dan kerukunan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pemimpin dan pejabat yang sukses melaksanakan salat hebat idealnya tidak akan pernah korupsi, pembohongan publik dengan pencitraan palsu, penyalahgunaan kekuasaan, dan pengkhianatan terhadap kepentingan nasionalisme dan rakyat.

Karena itu, laksanakan dan disiplinkan diri dengan salat hebat secara konsisten, agar ke hidupan berubah menjadi lebih baik dan bermartabat. Salat he bat itu fungsional dan transfor masional bagi mushalli dalam mewujudkan pribadi berakh lak mulia, melayani, mengins pirasi, dan memajukan peradaban bangsa.

Muhbib Abdul Wahab
Dosen Pascasarjana FITK UIN Syarif Hidayatullah dan UMJ

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
MUI: Jangan Ragu Puasa Arafah pada Selasa
Puasa Dzulhijah 1439 H Berakhir Hari Ini, Bersiaplah Puasa Tarwiyah dan Arafah
Panen Raya Perdana Integrasi Itik dan Padi Jarwo Super Di Inhil
Kepedulian Komunitas Padang Kota Bengkuang
Dangdutan Pakai Kostum Wayang Viral, Protes Keras Dihujani Netizen

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad