Home  / Opini
Refleksi 18 tahun Pelalawan,
Pelalawan ku, Pelalawan mu, Pelalawan kita
Oleh: H Abdullah SPd. *)
Kamis, 5 Oktober 2017 | 19:25:54
H Abdullah SPd.
18 Tahun sudah usiamu. 
Ibarat anak muda, engkau baru saja selesaikan SMA mu.
Jalan mana yang akan kau tempuh: Kuliah. Ataukah kerja. Atau kuliah sambil kerja
Bukalah kitab RPJMD mu: Rencana Pernikahan dan Jelang Masa Depan.

Sejarah Kabupaten Pelalawan diawali dari sejarah Kerajaan Pelalawan. Dimana Kerajaan Pekantua memulai sejarah ini pada tahun 1380 H.  Kemudian tahun 1725, namanya berubah menjadi Kerajaan Pelalawan oleh pemerintahan Raja Maharaja Dinda II.  Pasca Kemerdekaan Republik Indonesia, Dengan semangat kebersamaan, Raja Pelalawan bernama Tengku Said Harun menyampaikan kesetiaan dan bersatu dalam NKRI pada tanggal 20 Oktober 1945. Peninggalan sejarah Kerajaan Pelalawan ini dengan jelas dapat dilihat dari Istana Kerajaan yang menjadi saksi sejarah bagi anak-anak bangsa dan peradaban dunia.

Pasca reformasi, dengan semangat kebersamaan, para tokoh Pelalawan menyambut peluang untuk semakin berkembang lebih cepat guna mensejahterakan rakyatnya. Maka tanpa menunggu lama, tanggal 12 oktober 1999 terjadilah pemekaran Kabupaten Pelalawan yang sebelumnya bagian dari Kabupaten Kampar melalui UU 53 Tahun 1999.

Dengan semangat kebersamaan pula, kita membangun Pelalawan pasca pemekaran.  Dibawah kepemimpinan Tengku Azmun Jaa’far, kita mulai membangun. Menggeliat,Tengku Azmun membangun kepercayaan diri pemerintah daerah dan masyarakat kab Pelalawan, memperkuat kebersamaam hingga mampu sejajar dengan kabupaten lain.

 2011, estafet kepemimpinan dilanjutkan oleh mantan Ketua Asosiasi DPRD Kabupaten Se Indonesia. Pengusaha sukses, yang pernah membiayai sekolahnya sebagai tukang cucian. Dia lah HM Harris.  Dengan kebersamaan, APBD semakin meningkat. PAD juga membaik. Elektrifikasi, dari 21 persen melonjak ke 73 persen.  Percepatan pembangunan desa dan kelurahan di gesa. IPM meningkat, investasi investasi dibuka. Kampus dibuka: AKNP dan ST2P.  Teknopolitan di kejar. Dan sekarang Pelalawan menuju smart city menjadi program serius. 

Menatap Pelalawan kedepan

Ini kabupaten yang penuh keberkahan. Potensi alam sangat menggiurkan bagi investasi investasi baru. Potensi perkebunan dan agriculture, ikan dengan jumlah dan jenis yang sangat tinggi, masyarakat yang terbuka dengan perubahan dan peningkatan.  Anak anak muda yang saling berangkulan membangun daerah.

Dan ternyata sejarah Pelalawan, sejak zaman kerajaan hingga 18 tahun Kabupaten Pelalawan, kita tak temukan sejarah saling hujat, saling tuding, saling cari kesalahan. Sebab sejarah yang jelas dari Pelalawan adalah sejarah kebersamaan. apa yang tidak mungkin yg tidak bisa kita lakukan selagi kita bersama. 

Tulisan saya di awal mengibaratkan kabupaten ini seperti anak SMA. Dia tumbuh semakin dewasa, tetapi disisi lain ada tantangan yang cukup menantang. Adalah benar jika pepatah mengatakan bahwa semakin tinggi pohon semakin kencang angin.  Ketika harus naik kelas, maka ujian adalah syaratnya. 

HM Harris telah menjalani hampir separoh periodenya di periode kedua dan terakhir jabatannya sebagai Bupati.  Sementara kondisi keuangan daerah semakin memburuk akibat rasionalisasi anggaran dan transfer pusat ke daerah  semakin menurun. Secara makro Semua ini akan berdampak pada penurunan daya beli masyarakat. Akibatnya pertumbuhan ekonomi semakin melambat. 2015, APBD Pelalawan sebesar 2,1 Trilyun. 2016, APBD Pelalawan 1,9 Trilyun. 2017, APBD Pelalawan Turun ke 1,7 Trilyun, dan diprediksi 2018 APBD Pelalawan hanya berkisar 1,3 Trilyun.  Anggaran kita mundur ke sebesar 10 tahun lalu. 

Ini kondisi prihatin. Kondisi keuangan dan ekonomi negara tentu saja mempengaruhi sangat besar terhadap kondisi keuangan dan ekonomi daerah. Tapi kita tidak boleh lemah. Kemenangan hanya ada pada para petarung dengan kerja keras dan kerja cerdas yang dilakukan untuk masyarakat. Justru pada titik ini semua pihak dan stakeholder mesti dengan kesadaran tinggi bahu membahu untuk melewati ‘badai’ rasionalisasi ini dengan penuh kesungguh sungguhan. Kita sangat yakin nakhoda kita yaitu Bupati Pelalawan akan membawa kita keluar dari ‘badai’ ini dengan gagah perkasa. 

Tindakan tindakan yang perlu dilakukan untuk bertahan dan kemudian  melompat menjadi pemenang diantara persaingan global dunia. Kita punya semua potensi yang dibutuhkan untuk melejit.

Kita punya sejarah kebersamaan yg telah terbukti membuat kita melejit Karna itu kita tatap masa depan juga untuk melejit. Melejit, menuju kesejahteraan masyarakat  Pelalawan

Marilah kita bangun kebersamaan untuk Pelalawan.  Sebab Pelalawan ini adalah Pelalawanku, Pelalawanmu, Pelalawan kita. Selamat Hari Ulang Tahun Kabupaten Pelalawan ke 18.

*) Penulis adalah Wakil Ketua Komisi I DPRD Pelalawan
Sekretaris Fraksi Madani Pelalawan
Sekretaris Umum PKS Kabupaten Pelalawan

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Polda Riau Musnahkan 17 Kg Sabu Jaringan Internasional
Miliki 2 Paket Sabu, Pemuda KM 16 Balam, Diamankan
Polsek Siak Kecil Tangkap 2 Kurir Narkoba, 10 Kilogram Sabu Diamankan
Temuan Terduga Teroris, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Lima Mahasiswa Swedia Kunjungi Inhil, Tinjau Pengelolaan Sabut Kelapa

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad