Home  / Nasional
Ini Alasan KKB Habisi 31 Pekerja Trans Papua
Kamis, 6 Desember 2018 | 21:45:25
capture youtube
JAKARTA - Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Sebby Sambon mengatakan salah satu alasan penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya terhadap 31 pekerja Trans Papua, karena mereka menginginkan pecah dari Indonesia.

Menurut Sebby, jauh sebelum penyerangan di Nduga terjadi, KKB sudah memberikan peringatan agar proyek Trans Papua tidak dilanjutkan.

"Jadi di Yigi itu bukan pembantaian, bukan eksekusi mati seperti yang dikatakan TNI-Polri. Itu penyerangan," kata juru bicara TPNPB Sebby Sambom, Kamis, (06/12/2018) dilansir dari laman detikcom.

Sebby mengatakan, tahun lalu TPNPB sudah melakukan penyerangan terhadap TNI agar proyek Trans Papua tidak dilanjutkan, tapi proyek terus dilanjutkan. Akibatnya kata Sebby, kelompok Egianus Kogoya marah dan kembali melakukan penyerangan terhadap pekerja proyek.

Saat ditanya soal alasan pembangunan jalan yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua, Sebby mengatakan pihaknya tidak mau proyek dari pemerintah Indonesia.

Sebby menekankan masalah yang terjadi di Papua bukan soal kesejahteraan, tapi masalah politik. Maka kelompok yang dipimpin Egianus Kogoya ini menolak semua bentuk pembangunan.

Mereka juga tidak mau berkompromi terhadap penawaran apapun. Mereka hanya punya satu tuntutan yang mengancam keutuhan bangsa Indonesia, yakni ingin memisahkan diri dari republik ini.

"Berikan kesempatan untuk kami merdeka sendiri," ucap Sebby.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelumnya menyebut jumlah kekuatan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya tak lebih dari 50 orang. Jumlah senjata yang dimiliki kelompok tersebut sekitar 20 pucuk senjata api.

"Saat ini kita kirim tim gabungan Polri-TNI, dipimpin langsung oleh Kapolda dan Pangdam bergerak ke sana. Kekuatan mereka tidak banyak, lebih-kurang 30-50 orang dengan 20 pucuk," kata Tito di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu, (05/12/2018).

Sementara, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyebut 154 personel gabungan dari TNI dan Polri telah dikirim untuk mengamankan lokasi penembakan pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua. Moeldoko ingin masyarakat setempat merasa aman.

"154 TNI-Polri dikirim untuk pemulihan. Kita tidak ingin masyarakat di sana merasa situasi tidak menentu. Merasa tidak aman dan nyaman," ucap Moeldoko kepada wartawan di kantornya, Jalan Veteran, Jakarta, Rabu, (05/12/2018).

(jarak.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Kedatangan 16 Jenazah Korban KKB Papua Asal Makassar Disambut Histeris, Berikut Identitasnya
Panglima TNI Hadiri Pemberangkatan Jenazah Korban Penembakan KKB
Kesaksian Pekerja Selamat Lihat 2 Rekannya Dibunuh KKB Papua
Panglima TNI: Korban Penembakan KKB adalah Pahlawan Pembangunan Papua
Pasukan Gabungan TNI-Polri Evakuasi 16 Jenazah Korban Penembakan KKB di Nduga Papua

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad