Home  / Nasional
Ternyata Ini Alasan Sebenarnya Bupati Indramayu Mengundurkan Diri dari Jabatannya
Selasa, 13 November 2018 | 18:31:54
(Foto: Kemendagri)
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo bersama pejabat Kemendagri lainnya saat bertemu dengan Bupati Indramayu, Anna Sophanah guna membahas dan mendengarkan alasan pengunduran diri Anna dari jabatannya
JAKARTA - Bupati Indramayu, Jawa Barat, Anna Sophanah membantah bahwa pengunduran dirinya akibat terbelit masalah hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Anna menegaskan, alasan pengunduran dirinya karena ingin fokus pada keluarga. Terlebih saat ini suami Anna diketahui sedang sakit.

"Oh, nggak ada sama sekali (karena desas-desus di KPK). Ini murni karena keluarga. Terus terang Pak Menteri, saya nggak bisa bagi waktu apalagi Pak Yance (suami Anna, red) sekarang sakit. Dan saya ingin fokus agar penyesalan ketika ibu meninggal tidak ada lagi (penyesalan)," ujar Anna di Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara Nomor 7, Jakarta Pusat, Selasa, (13/11/2018).

"Mangga (silakan) tanyakan ke KPK karena kami sudah diperiksa dua tahun lalu," imbuh Anna saat dikonfirmasi soal isu dirinya menerima hadiah berupa mobil.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo kemudian menimpali bahwa pengunduran diri Anna karena murni masalah keluarga, bukan masalah lainnya.

"Jadi ini clear ya, tidak ada masalah hukum, tidak ada problem di daerah. Pengakuan ketua DPRD tertulis hanya murni masalah keluarga. Ingin sisa fokusnya ini di keluarga," sebut Anna.

Sementara itu, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Sumarsono mengatakan, Kemendagri butuh proses dalam menindaklanjuti pengunduran diri Anna. Sumarsono juga menyebut paripurna DPRD Indramayu telah menyepakati pengunduran diri Anna.

"Nah setelah 14 hari dihitung sejak surat diterima. Oleh karena itu, yang kita monitor adalah kapan Pak Gubernur bersurat kepada Mendagri terkait dengan surat pengunduran diri ibu bupati ini," tutur Sumarsono.

Tugas Anna sebagai bupati, kata Sumarsono, otomatis berhenti jika surat dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah diterima Kemendagri.

"Ukuran berhenti secara formal sejak SK itu diterima. Itu berhenti maka secara otomatis akan diberikan penegasan oleh Pak Mendagri bahwa wakil bupati akan melaksanakan tugas sebagai PLT bupati. Posisinya, PLT bupati sampai nanti dilantiknya bupati. Proses paripurna lagi di DPRD untuk kemudian mengangkat posisi wakil ini sebagai bupati pada saat SK bupati turun," tutur Sumarsono.

(jarrak.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Dana Pendidikan Cianjur Dikorupsi: KPK Sedih, Menkeu Kecewa
Bupati Cianjur Resmi Ditahan KPK
Kode ‘Cempaka’ untuk Bupati Cianjur dalam Korupsi Dana Pendidikan
Jadi Tersangka, NasDem Takkan Beri Bantuan Hukum ke Bupati Cianjur
OTT Bupati Cianjur, KPK Sita Uang Rp 1,5 Miliar

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad