Home  / Nasional
Jokowi Dituntut Nyatakan Bendera yang Dibakar Bukan Milik Ormas
Jumat, 2 November 2018 | 14:15:16
(Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Massa yang tergabung dalam Barisan Nusantara Pembela Tauhid membawa bendera bertuliskan kalimat tauhid di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (26/10/2018).
Massa dari beberapa ormas Islam akan menggelar Aksi Bela Tauhid pada hari ini, Jumat (2/11), di depan Istana Negara, Jakarta Pusat. Aksi ini digelar sebagai buntut dari pembakaran bendera berkalimat tauhid di Garut, Jawa Barat, pada Senin (22/10) lalu.

Salah satu tuntutan aksi kali ini adalah adanya pernyataan dari Presiden Joko Widodo soal bendera bertuliskan kalimat tauhid yang dibakar bukan melambangkan organisasi tertentu.

"Tuntutanya kami meminta kepada pemerintah, terutama Presiden, untuk menyatakan secara terbuka bahwa yang dibakar adalah bendera tauhid," ungkap juru bicara Front Pembela Islam (FPI) sekaligus Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Maarif, saat dikonfirmasi, Kamis (11/1).

Menurutnya, dalam aksi itu juga akan menuntut agar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta maaf atas pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oleh oknum Barisan Ansor Serbaguna (Banser).
 
"Kami juga minta kepada PBNU untuk bersikap gentle, meminta maaf kepada umat. Bahwa memang ada anggota Banser yang membakar bendera tauhid. Jadi minta maafnya karena anggota Banser membakar bendera tauhid," tegasnya.

Selain itu, Slamet menyatakan aksi juga akan meminta agar kepolisian menuntaskan kasus pembakaran ini hingga sampai pada aktor intelektualnya. "Kepada aparat penegak hukum, aktor intelektualnya pembakaran harus di usut, termasuk yang menyerukan, mendoktrin," katanya. 

Aksi Bela Tauhid jilid II ini merupakan respons atas insiden pembakaran bendera berlafaz tauhid yang diduga dilakukan oleh oknum Banser di Alun-alun Limbangan, Kabupaten Garut, Senin (22/10) lalu.

Dalam kasus ini, polisi juga telah menetapkan dua anggota Banser yang membakar bendera bertuliskan tauhid --yang belakangan diketahui identik dengan ormas HTI-- saat peringatan Hari Santri Nasional di Garut, sebagai tersangka. Polisi juga telah menetapkan pembawa bendera, Uus Sukmana, sebagai tersangka.

"Totalnya sekarang ada tiga tersangka. Pembakar bendera HTI yakni F dan M, serta U yang membawa bendera," kata Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Pol Umar Suryana Fana dilansir Antara, Selasa (30/10).


(kumparan.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
109 CPNS Ikuti Diklat Prajabatan Golongan II dan III Selama 7 Hari
Kodim 0314/Inhil Gelar Samapta Periodik II TA.2018
PA 212 Pastikan Aksi Bela Tauhid II Tetap Digelar Besok
Kabareskrim soal Pengibaran Bendera Tauhid di Poso: Jelas Langgar UU
Disaksikan Orang Tua, Ratusan Siswa SMPN 6 Pekanbaru Disuntik Vaksin MR

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad