Home  / Nasional
Jawab Fadli Zon, Ini Penjelasan Polisi Dibalik Cepatnya Pengusutan Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet
Jumat, 5 Oktober 2018 | 19:02:21
(Doc. Net)
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto
JAKARTA - Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto menegaskan ada banyak faktor yang membuat pengusutan kasus pidana menjadi cepat, termasuk kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet. Salah satunya soal keberuntungan.

Demikian disampaikan Setyo menyikapi pernyataan Wakil Ketua DPR, Fadli Zon yang mempertanyakan alasan cepatnya pengusutan kasus Ratna Sarumpaet, dibandingkan kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan.

"Jadi gini, dalam satu proses penyidikan itu banyak faktor yang mempengaruhi. Salah satunya saja, faktor keberuntungan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di gedung PTIK, Jalan Tirtayasa VI, Jakarta Selatan, Jumat, (05/10/2018).

Menurut Setyo, dalam kasus yang menimpa Ratna Sarumpaet, awalnya polisi mendapatkan informasi dari media sosial. Karena polisi berempati, maka polisi melakukan pengusutan untuk segera menangkap pelaku penganiayaan.

"Karena kita juga tidak mau disalahkan kan? Nanti 'wah polisi kok nggak bergerak', nah kita berusaha semaksimal mungkin untuk cepat mengungkap siapa pelakunya," ujarnya.

Namun hasil penyelidikan polisi di lapangan berbeda dengan pengakuan Ratna Sarumpaet. Polisi menyimpulkan, polisi tidak menemukan adanya tindakan penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet.

"Nah ternyata begitu kita cek di lapangan, semuanya tidak ada yang mendukung apa yang beredar di media sosial. Semuanya bertolak belakang, jadi didapatkanlah fakta yang sekarang," ujarnya.

Setyo memastikan akan bersikap netral dalam pengusutan kasus Ratna Sarumpaet. Polisi tidak akan menjadikan kasus Ratna Sarumpaet sebagai alat politik.

"Saya nyatakan di sini bahwa polisi netral. Sekali lagi polisi netral. Komitmen kita dari awal polisi netral, berdasarkan UU No 2 Tahun 2002 tugas polisi adalah pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, serta penegakan hukum," ucapnya.

Setyo meyakinkan, bahwa dalam pengusutan perkara polisi tidak mempunyai kepentingan apapun, polisi hanya berkepentingan dalam penegakan hukum, bukan yang lainnya.

"Ketika satu kasus menyebut nama seseorang yang terlibat di situ, mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan," ujarnya.

Pemanggilan pihak-pihak itu harus dilakukan untuk membuat kasus menjadi terang. Setyo pun berharap agar tugas polisi dipahami.

"Jadi mohon dipahami bahwa kita tidak ada interest apa-apa. Netral, polisi netral. Tetapi ketika nanti itu terkait, ya jangan dibilang polisi bermain politik, polisi tebang pilih, tidak. Begitu ya," tuturnya.


(jarrak.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Hentikan Kasus Ratna Sarumpaet, Kubu Prabowo Apresiasi Putusan Bawaslu
Beda versi Amien Rais vs Polisi Saat Jadi Saksi Kebohongan Ratna Sarumpaet
Tingkatkan Pengawasan, Polisi Pasang 4 Kamera Pengintai di Sel Ratna Sarumpaet
Usai Diperiksa Polisi, Amien Rais: Saya Sangat Dihormati dan Dihargai
Kronologi Dorce dan Ingrid Pajang Foto Ratna Sarumpaet

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad