Home  / Nasional
Mungkinkah PKI Bangkit Lagi di NKRI?
Sabtu, 29 September 2018 | 17:30:25
(Foto: Putera/Okezone)
Sumur maut Lubang Buaya
JAKARTA - Menjelang peringatan sejarah Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau dikenal (G30S/PKI) menimbulkan pertanyaan apakah paham komunisme bisa kembali bangkit di NKRI. Beragam wacana pun muncul ketika menilik kemungkinan PKI di masa saat ini.

Menurut Sejarawan Anhar Gonggong, suatu paham atau idiologi di dunia tidak ada yang benar-benar mati. Pasalnya, hal itu akan terus ada, namun gaya dan bentuknya yang berbeda-beda.

"Karena begini, saya berpendapat tidak ada idiologi yang mati selamanya. Dia akan hidup terus dan ada," kata Anhar kepada Okezone.

Jauh sebelumnya, Mayjen (Purn) Kivlan Zein sempat menyebut adanya kemungkinan PKI kembali bangkit di Indonesia. Kivlan bahkan memprediksi gedung tua di Jalan Kramat Raya V, Jakarta Pusat, yang dulunya dijadikan salah satu markas komite sentralnya (CC) PKI akan kembali aktif.

"Kalau mereka nyatakan perang, baik melalui tulisan. Kemudian ada ucapan akan bongkar makam pahlawan revolusi, jadi kita siap perang. Semua pecinta Pancasila sudah siapkan kekuatan," kata Kivlan kala itu.

Namun, hal tersebut langsung dibantah oleh Pemerintah Indonesia. Pasalnya, pernyataan Kivlan tak mendasar. Pemerintah menilai, PKI tidak akan kembali bangkit di NKRI.

"Ngarang itu (Kivlan Zein)," ucap Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly terkait kebangkitan PKI.

PKI memang meninggalkan memoar kelam dalam goresan tinta sejarah Indonesia. Apalagi, kelompok itu dianggap sebagai dalang dari operasi senyap melakukan pemberontakan dengan menculik tujuh pahlawan revolusi pada 1 Oktober 1965 silam.

Kembali pada pandangan Anhar yang menyatakan potensi bangkitnya paham yang menentang teori kelas itu, tergantung kepada masyarakat dewasa ini. Jika terbuka celah sedikit dan ruang, maka tak menutup kemungkinan komunis akan bermetamorfosa di zaman saat ini.

"Tergantung masyarakat mau buka ruang apa tidak. Sebuah idiologi hanya cari ruang kalau masyarakat berikan ruang kemungkinan itu ada," tutur Anhar.

Di sisi lain, Anhar menjelaskan, komunisme tak akan lepas dari ilmu teori kelas yang digagas oleh filsuf eropa Karl Marx. Menurutnya, selama masih ada yang mempelajari hal tersebut, paham komunis tetap ada.

"sebuah analisa terbaik yang pernah ditemukan ilmu sosial persoalannya kembali kesitu pengertian ilmu. Tapi dalam pengetlrtian kekuatan politik itu tadi masyarakat buat ruang tudak buat mereka kalau ditutup tidak mungkin bangkit," tutup Anhar.


(okezone.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Kemendag Pastikan Sudah Teken Izin Impor 100 Ribu Ton Jagung
Kembali Beroperasi 2019, Merpati Airlines Gunakan Pesawat Buatan Rusia
Jokowi soal Tudingan PKI: Astaghfirullah, Kok Ada yang Percaya
Kodim 0320/Dumai Akan Menambah Satu Koramil
Lagi, Kemenkeu Bakal Suntik BPJS Kesehatan

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad