Home  / Nasional
Dasar Lantai Roboh, Warga Tuban Tanpa Sengaja Temukan Gua yang Indah
Kamis, 9 Agustus 2018 | 06:34:33
Foto: Okezone/Humas BNPB @Sutopo_PN
Gua yang ditemukan tanpa sengaja di Tuban, Jawa Timur.
TUBAN - Totok Sugianto, anak dari Sumosayu (pemilik tanah), menemukan gua di kawasan penambangan batu kumbung ketika menggergaji bebatuan di lokasi itu pada Kamis (2/8/2018).

Batu kapur yang digergaji segi empat itu, ternyata di bawahnya berlubang.

Dua warga Desa Jadi, Raden Chosin dan Kasman yang sudah turun dan masuk ke gua melalui lubang segi empat, memberikan gambaran bahwa ruangan di dalam gua cukup luas.

"Tapi di dasarnya berlumpur," ucap Raden Chosin.

Menurut Chosin, dari lubang segi empat hingga ke dasar goa tingginya sekitar 20 meter, sedangkan lebar di dalam gua sekitar 15 meter.

Ia mengatakan, setelah sampai di dasar gua dan berjalan ke arah barat, menemukan lubang kecil sehingga harus merangkak untuk masuk.

"Setelah saya merangkak melalui lubang sempit dan menemukan goa lagi. Cukup luas mungkin sampai tiga kali. Panjangnya bisa ratusan meter yang ke arah barat. Di dalamnya penuh dengan bebatuan yang sangat indah termasuk bebatuan mirip tangan," ucapnya.

Chosin dan Rahman menelusuri goa hingga ke arah timur. Panjang goa itu mereka perkirakan 200 meter. Di dalamnya terdapat berbagai bentuk bebatuan.

"Goa yang ke arah timur cukup luas, dan tidak menyempit. Saya tidak menemukan tulisan huruf Arab di dalam goa," ucap Chosin

Tim Asosiasi Wisata Goa Indonesia (Astaga) meneliti goa yang baru ditemukan warga masyarakat di kawasan penambangan batu kumbung milik Sumosayu, Dusun Krajan, Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Tuban, Jawa Timur.

"Kami berempat turun meneliti goa yang baru ditemukan ini," kata salah seorang anggota Astaga Cahya Alkantana di lokasi itu, Minggu (5/8/2018).

Ia belum bisa menjelaskan secara rinci mengenai goa yang pada 2 Agustus 2018 ditemukan seorang pekerja penggali batu kumbung Totok Sugianto (24).

"Kami masih meneliti, mengukur luas goa juga mengamatikondisinya. Tapi secara umum goa ini kuat," ujar Cahya.

Sejumlah petugas Polsek Semanding menjaga keamanan hingga di depan batu kapur berlubang segi empat, lokasi tim Astaga masuk ke gua.

Tim peneliti yang turun dengan menggunakan tali.

Meski di lokasi setempat terpasang garis polisi, tapi ratusan pengunjung merangsek memadati kawasan temuan gua.

Sesekali petugas Polsek Semanding melarang sejumlah warga yang berusaha turun mendekat ke arah lubang segi empat atau mulut gua itu.

Untuk melihat goa dari lubang segi empat, harus meniti tangga dari batu kumbung dengan pengaman tali plastik ke arah bawah yang medannya cukup curam.

Tepat di bawah lubang segi empat itu, terdapat ruangan goa yang cukup luas.

Sementara itu, ketika penelitian dilakukan tim Astaga, kegiatan penambangan batu kumbung tetap berlangsung, bahkan truk pembawa batu kumbung juga melalui kawasan goa.


(okezone.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Pengentasan Kemiskinan: 108 Warga Miskin Pekanbaru Terima BRS
Polemik RLH, Ketua RW 08 Palas Tegaskan NK Bukan Warganya
Domisili Oknum Caleg Penerima RLH Tak Sesuai Fakta Lapangan
LAM Riau Dukung IKST Polisikan Penulis Buku dan Penerbit Inprasa
Dewan Desak Instansi Terkait Batalkan RLH di Kelurahan Palas

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad