Home  / Nasional
Jual Aset karena Keuangan Pertamina Seret, Ini Penjelasan Menko Darmin
Minggu, 22 Juli 2018 | 16:41:08
(Yohana/Okezone)
Foto: Menko Darmin soal Pertamina
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) berencana untuk melepaskan asetnya. Rencana pelepasan aset Pertamina yang diusulkan kepada Pemerintah selaku Pemegang Saham, merupakan bagian dari rencana bisnis guna meningkatkan kinerja portofolio bisnis Pertamina ke depan.

Terkait hal itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, menyatakan pihaknya selaku pemerintah akan membantu PT Pertamina (Persero) tersebut.

"Lah iyalah, kita tak akan membiarkan begitu saja aset Pertamina itu dijual," ujar Darmin kepada wartawan di kantor Kementerian Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (22/7/2018).

Dia menjelaskan, bahwa keuangan Pertamina saat ini agak seret. Pasalnya harga bahan bakar minyak (BBM), saat ini sedang tidak naik.

"Tapi kita akan membantu hal itu, enggak perlu kita umumkan lah," tuturnya.

Seperti diketahui sebelumnya Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengatakan, penjualan aset yang dilakukan oleh Pertamina sah-sah sah saja. Apalagi jika tujuannya untuk menyehatkan kembali neraca keuangan Perseroan.

"Semuanya boleh share down Mahakam sudah dari dulu kan, (itu) akan menyehatkan keuangan Pertamina," ujarnya beberapa waktu lalu.

Djoko melanjutkan, Pertamina juga diperbolehkan untuk mencari mitra dalam penggarapan kilang yang dimilikinya. Hal tersebut agar meringankan beban perusahaan dalam penggarapan kilang itu sendiri.

"Itu kan boleh cari partner juga cari partner aja yang banyak," ucapnya.

Sebab menurut Djoko, dalam mengelola blok migas membutuhkan investasi yang cukup besar. Artinya, jika Pertanian melakukannya sendiri akan terganggu dari sisi keuangannya.

Apalagi garapan proyek kilang yang dimiliki Pertamina cukup banyak. Sehingga pihaknya memperbolehkan Pertamina untuk melepas atau mencari mitra dalam pengelolaan kilang.

"Sekarang gini, Pertamina mau ngebor, mau maintain produce perlu investasi, kalau dari dalam sendiri uanganya tergerus dong kalau buat impor Premium, elpiji, minyak kan tapi kalau mendatangkan investasi dari luar kan enak kan dapet uang kan perlu investasi, iya dong kan perusahaanya tambah bagus duit juga banyak," jelasnya.


(okezone.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Jual Sabu di Kios, Pria Turunan Tionghua Ditangkap Polisi
Resmi: Chelsea Jual Courtois dan Dapatkan Kovacic
Teknologi EOR Bantu Pengambilan Minyak di Blok Rokan
Menangkan Pertamina di Blok Rokan, ESDM: Bukan karena Tekanan Publik
Chevron Kecewa Blok Rokan ‘Direbut’ Pertamina

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad