Home  / Nasional
Ketua DPR Sedih Wakil Ketua Komisi VII Ditangkap KPK
Jumat, 13 Juli 2018 | 22:27:28
Foto: ANTARA FOTO/Elang Senja
Ketua DPR Bambang Soesatyo.
SURABAYA- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo mengungkapkan keprihatinannya atas operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. Bambang mengaku mendengar kabar penangkapan Eni oleh KPK Jumat (13/7) sore tadi.

"Sore tadi saya menerima kabar kalau ada anggota DPR RI dijemput di sebuah rumah di kompleks menteri dan baru saja saya baca di berita KPK mengkonfirmasi bahwa benar ada kegiatan yang dilakukan penyidik KPK, tentu saya sedih dan prihatin dengan berita tersebut," ujar Bambang dalam sambutannya di acara DPR di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (13/7) malam.

Bambang pun berharap Eni yang juga merupakan kader Partai Golkar tersebut, dapat melalui kasus hukum tersebut. Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar itu mengaku, hingga saat ini belum mendapat konfirmasi keterlibatan Eni terkait kasus apa dalam tangkap tangan KPK tersebut.

"Kita berdoa saja mudah-mudahan anggota yang kebetulan dari Partai Golkar, partai kami bisa melewatinya dengan baik. Tapi belum ada konfirmasi lebih lanjut sejauh mana keterlibatan beliau. Tapi saya mendengar kabar dari staf ahli menteri bahwa ada yang dijemput," kata Bamsoet, sapaan akrabnya.

KPK  kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta pada Jumat (13/7). Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih ikut terciduk dalam operasi senyap tersebut. 

Hal tersebut dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan bahwa selain Eni,  sebanyak delapan orang juga turut diamankan terdiri dari staf ahli, supir dan pihak swasta. Selain mengamankan sembilan orang, tim penyidik juga mengamankan uang sejumlah Rp 500 juta.

"KPK mengamankan uang lima ratus juta rupiah. Kami duga terkait dengan tugas di Komisi VII DPR-RI," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat dikonfirmasi, Jumat (13/7).

Diduga, suap ini berkaitan dengan tugas Komisi VII DPR yang membidangi Energi Sumber Daya Mineral, Riset & Teknologi, Lingkungan Hidup. Menurut Basaria, pihaknya menemukan bukti-bukti transaksi yang diduga melibatkan salah satu wakil rakyat itu dan pihak swasta.

"Setelah ada informasi dari masyarakat yang kami kroscek ke lapangan, ditemukan bukti-bukti telah terjadi transaksi antara swasta dan penyelenggara negara," ujarnya.

Adapun, Eni dijemput KPK saat menghadiri tasyakuran di kediaman Menteri Sosial yang juga sekaligus Ketua Koordinator Bidang Kelembagaan Partai Golkar Idrus Marham. Saat ini, Eni dan delapan orang lainnya itu telah berada di Gedung KPK

KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang diamankan tersebut. Rencananya, Sabtu (14/7) besok, KPK akan menggelar jumpa pers terkait penangkapan tersebut.


(republika.co.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
KPK Cegah Bupati Bengkalis Keluar Negeri
‎KPK Beri Sinyal Adanya Tersangka Baru Dugaan Korupsi Proyek Jalan di Bengkalis
DPRD Riau Sidak Tiga Proyek Strategis
Setya Novanto Minta Eni Saragih Buka-bukaan Suap PLTU Riau-1
Demo Mahasiswa di Kantor DPRD Kota Malang Rusuh

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad