Home  / Nasional
Menkes Bisa Cabut Izin RS yang Rawat Setya Novanto
Jumat, 12 Januari 2018 | 20:46:54
Antara/Sigid Kurniawan
Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo.
JAKARTA - Izin rumah sakit yang merawat terdakwa korupsi KTP-El Setya Novanto saat mengalami kecelakaan bisa dicabut apabila terbukti benar menghalang-halangi proses penyidikan perkara terkait. "Itu ranah kriminal dulu, jadi dibuktikan betul dia kriminal, kalau hukumannya dari kami cabut izin," kata Menteri Kesehatan Nila Moeloek di Jakarta, Jumat (12/1).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo beserta Frederich Yunadi yang merupakan mantan pengacara Setya Novanto sebagai tersangka dalam penyidikan tindak pidana dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek KTP-e atas tersangka Setya Novanto. Bimanesh merupakan dokter yang merawat Setya Novanto di RS Medika Permata Hijau dan diduga memanipulasi data rekam medis untuk menghindari panggilan dan pemeriksaan penyidik KPK terhadap Novanto.

Menkes menyebut masih menunggu proses hukum hingga menghasilkan keputusan terkait terbukti tidaknya ada rekayasa dalam penanganan medis terdakwa korupsi KTP-El Setya Novanto. "Kalau memang dalam hal ini ada kesalahan, ya, kalau rumah sakit dari kami kalau betul dia salah ada teguran pertama, kedua, sampai pidana. Bisa sampai cabut izin," ucap Nila, menegaskan.

Sementara untuk dokter Bimanesh, Nila menyerahkan kepada organisasi profesi yakni Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk memeriksa ada tidaknya etika yang dilanggar dalam menjalankan tugas sebagai dokter. "Di IDI, di situ ada Majelis Kode Etik Kedokteran. Mereka harus lihat dari sisi etika yang dilakukan dokter tersebut," ujar Menkes.

Nila mengatakan Kementerian Kesehatan tidak bisa memberikan sanksi kepada dokter secara perorangan.(ROL)


Sumber : Antara

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
KPK Tangkap Fredrich Yunadi
Dari Mauritius, Johannes Marliem Beri USD 2,6 Juta ke Ponakan Setnov
Setya Novanto Resmi Ajukan Justice Collaborator ke KPK
KPK Cegah Fredrich Yunadi dan Hilman ke Luar Negeri
Tinggal 5 Persen Lagi Warga Rohul Yang Belum Memiliki e-KTP

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad