Home  / Nasional
Gempa Tasik, BNPB: Korban Tewas Bertambah Jadi 3 Orang dan 950 Bangunan Rusak
Sabtu, 16 Desember 2017 | 17:06:44
(Reni/Okezone)
Kepala Pusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa 6,9 skala Richter (SR) yang berpusat di Tasikmalaya, tadi malam, bertambah jadi tiga orang. Korban luka-luka tujuh orang. Sementara jumlah bangunan rusak hingga kini terdata 950 unit.

"Sampai dengan hari ini tercatat tiga orang meninggal dunia, yaitu dua orang akibat tertimpa tembok rumah yang roboh," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (16/12/2017).

Dua korban meninggal dunia adalah Hj. Dede Lutfi (62) warga Desa Gunungsahari, RT 04 RW02, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, dan Aminah (80) waga Sugihwaras Gg, 1 RT 02 RW 18, Kelurahan Kauman Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Sementara korban ketiga, Fatimah (34) warga Dusun Jambon, Argosari, Kabupaten Bantul.

"Ibu Fatimah pada saat terjadi gempa panik, lari, kemudian jatuh, dibawa ke rumah sakit kemudian meninggal. Jadi sampai saat ini tiga orang meninggal akibat gempa, baik dampak langsung maupun tidak langsung," jelas dia.

Sementara itu bangunan yang rusak ada 950 unit. Rinciannya 228 rumah rusak berat, 152 rumah rusak sedang, 97 rumah rusak ringan dan 473 rumah rusak belum diklasifikasikan. Fasilitas publik seperti rumah sakit, kantor, masjid dan pasar pun mengalami kerusakan dan saat ini masih dilakukan pendataan oleh aparat.

Kerusakan bangunan yang paling banyak terdapat di Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis dan Pangandaran yang memang paling dekat dengan pusat gempa. Tercatat di Kabupaten Tasikmalaya terdapat 72 rumah rusak berat, 37 rumah rusak sedang, dan 109 rumah rusak. Sementara itu di Kabupaten Ciamis terdapat 50 rumah rusak berat, 83 rumah rusak sedang, 55 rumah rusak ringan dan 188 rumah rusak. Sedangkan di Kabupaten Pangandaran terdapat 33 rumah rusak berat, 20 rumah rusak sedang, 38 rumah rusak ringan dan 91 rumah rusak.

Daerah lain yang terdampak gempa merusak adalah di Kota Banjar, Kabupaten Garut, Banjarnegara, Banyumas, Cilacap, Kota Pekalongan dan Sleman. Pendataan masih terus dilakukan dan diperkirakan jumlah kerusakan akan bertambah.

Masyarakat yang rumahnya rusak mengungsi di tenda, rumah kerabatnya, balai desa atau bangunan lainnya. Bantuan terus disalurkan kepada korban.

Sutopo mengatakan, Kepala BNBP Willem Rapangilei sedang menuju lokasi gempa di Tasikmalaya untuk melakukan peninjauan.

Ia pun memastikan tim reaksi cepat BNPB sudah berada di lokasi untuk pendampingan kepada BPBD dalam melakukan penanganan-penanganan darurat. Kabar mengenai bencana juga sudah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga memberi arahan agar penanganan dilakukan secepat mungkin.

"Arahan bapak presiden agar penanganan dilakukan secara cepat, korban segera ditemukan kalau masih ada yang hilang, korban luka segera dirawat, pengungsi segera ditangani dengan baik dan dipenuhi kebutuhan dasarnya," jelas Sutopo.

Sebagaimana diketahui, gempa berkekuatan 6,9 Skala Richter (SR) mengguncang barat daya Kabupaten Tasikmalaya Jumat 15 Desember 2017 malam. Kekuatan gempa juga dirasakan di bagian selatan Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta.


(sal/okezone)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Diduga Korban Bunuh Diri, Mr X Ditemukan Tewas Di Bawah Jembatan Leighton
Bersama Tim Gabungan, Babinsa Kodim 0314/Inhil Taklukkan Harimau Bonita
Harimau Bonita yang Menewaskan 2 Warga Akhirnya Tertangkap
Wakapolri Ultimatum Anak Buah Selesaikan Masalah Miras Oplosan Sebelum Ramadan
Korban Tewas Miras Oplosan di Jabar 61 Orang

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad