Home  / Nasional
BPOM di Daerah Diminta Bantu Tarik Produk Mi Mengandung Babi
Minggu, 18 Juni 2017 | 20:21:57
Mie instant merk Samyang yang diproduksi Samyang Crop Kangwon-Do Korea.
JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito mengatakan sudah meminta seluruh balai di daerah bergerak turun ke lapangan untuk mencabut produk mi asal Korea Selatan yang mengandung babi. Penarikan produk supaya lebih melindungi masyarakat. 

Penny belum bisa memastikan wilayah peredaran empat produk mi Korea di Indonesia. "BPOM masih menunggu laporan dari balai-balai di seluruh Indonesia. BPOM," kata dia kepada Republika, Ahad (18/6).

Keempat produk mengandung babi tersebut, yakni Mi Instan Samyang rasa U-Dong, Mi Instan Samyang rasa Kimchi, Mi Instan Nongshim varian Shin Ramyun Black, dan Mi Instan Ottogi varian Yeul Ramen. Keempat produk ini diimpor oleh PT Koin Bumi. 

Penny menyatakan Balai POM di seluruh Indonesia sudah diinstruksikan untuk melakukan penarikan produk dari peredaran apabila masih ditemukan di pasaran. Target pemantauan meliputi importir, distributor, toko, supermarket, hipermarket, pasar tradisional, atau sarana distribusi retail produk pangan lainnya.

Surat BPOM Nomor IN.08.04.532.06.17.2432 tertanggal 15 Juni 2017, menyatakan, berdasarkan hasil sampling dan pengujian terhadap mi instan asal Korea, beberapa produk menunjukkan hasil positif (+) mengandung fragmen DNA spesifik babi namun tidak mencantumkan peringatan "Mengandung Babi" pada label.(ROL)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
MUI Sesalkan Polri Unggah Video Menyudutkan Islam
Awas! Nasi yang Anda Makan Bisa Terkontaminasi Bakteri
Prajurit Satgas Minusca Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan Rutin
Menyingkap ‘Misteri’ Pulomerak Besar, Sisa Letusan Gunung Krakatau
Pulang Kampung Habiskan Rp20 Juta, Ekonomi di Desa Bakal Tumbuh

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU