Home  / Misteri
Batu Berumur Ratusan Tahun di Tengah Sawah Sering Didatangi Sosok Misterius, Begini Penampakannya
Kamis, 20 September 2018 | 07:31:18
(foto: Anggun T/Okezone)
Batu Berumur Ratusan Tahun di Tengah Sawah, Tangerang
TANGERANG - Pemahaman terhadap animisme ternyata masih tumbuh di salah satu wilayah penyangga Ibu Kota yakni Kota Tangerang. Wujud pemahaman animisme itu, nampak pada sebuah batu berukuran sekitar 170 cm, di tengah sawah belakang Kantor Kecamatan Pinang, Tangerang.

Batu itu diperkirakan sudah berdiri sejak ratusan tahun, yakni zaman Belanda. Saat Okezone mendatangi lokasi, dari kejauhan nampak batu itu berdiri tegak, tumbuh di tengah sawah yang saat itu sedang dalam kondisi kekeringan.

Bangunan itu, terdiri atas semen dan batu-bata merah layaknya suatu bentuk bangunan pada umumnya. Semakin dekat ke area batu, ternyata banyak sisa-sisa makanan dan minuman, ditemui di sekitar bawah batu.

Sisa-sisa makanan yang nampak di antaranya ialah, tempurung kelapa yang masih terdapat airnya, sterofoam bekas bubur, daun sirih kering, dua buah pinang, sepotong kayu press, kapur sirih dan dua buah telur ayam kampung yang sudah dalam kondisi kopong.

Menurut penuturan salah seorang warga, yakni Mamad (54) yang rumahnya tak jauh dari bangunan batu itu, dia mengatakan sering melihat ada sesosok putih, yang tak tampak seperti manusia. Dia mengatakan, batu itu telah ada sejak lama, bahkan ratusan tahun sebelum dirinya lahir.

"Itu batu sudah lama, sejak jaman Belanda kalau kata orang-orang tua, udah ratusan tahun. Saya beberapa kali lihat sering ada penampakan pakai baju putih, pakai udeng (ikat kepala) gitu. Di dekat batu itu, dia berdiri sambil memutari batu itu. Nggak tau ngapain itu, saya lihat dari jauh aja, nggak berani negor, soalnya kayak penampakan gitu. Ya biarin lah dunia mereka dunia mereka, kita ya kita," ujar Namad saat ditemui Okezone, Selasa (18/9/2018).

Dikatakan Namad, baik warga sekitar ataupun sejumlah warga dari daerah lain, juga kerap sengaja datang untuk hal-hal dengan tujuan tertentu.

"Kalau orang luar enggak tau deh mereka ngapain. Kalau orang sini biasanya sering nyabutin lumut yang ada di batu itu, kalau udah datang musim hujan. Dari lumut itu, mereka percaya bisa buat nyembuhin sakit-sakit apa gitu. Kan ini mah kepercayaan masing-masing aja ya," kata Namad sambil duduk di samping 'bale' rumahnya, mengamati batu itu dari kejauhan.

Lanjut Namad, untuk sisa-sisa barang yang nampak seperti persembahan, dia mengakui hal tersebut memang diberikan warga, sebagai wujud rasa syukur. "Itu sisa kemarin perayaan Muharram, tahun baru Islam kemarin. Memang kita, warga sering kasih persembahan kayak gitu. Kayak apa ya, kayak sedekah bumi aja gitu, buat ucapan rasa syukur," jelasnya.

Sementara hal serupa juga diungkapkan Sidih (32), dia mengatakan batu tersebut sempat tersambar petir. "Pernah batu itu tersambar petir, makanya kalau dilihat kan itu banyak bagian bata yang kelihatan hancur. Pernah juga ada anggota paskibraka yang lagi latihan di kecamatan, terus mereka pada pacaran gitu. Mungkin penunggu batunya enggak suka kali ya. Itu akhirnya pada kesurupan massal," ungkapnya.

Dijelaskan Sidih, hingga saat ini warga tak merasa terlalu perlu untuk menghentikan kegiatan-kegiatan yang sering dilakukan orang-orang terhadap batu tersebut.

"Enggak mau kita ngehancurin, ya soal kepercayaan aja kan itu mah. Tetep kalau percaya mah sama Allah, dia yang maha kuasa. Kalau soal yang sakit terus datang kesana dan percaya dia sembuh karena batu itu, itu juga kan soal keyakinan kita saja," pungkasnya.


(okezone.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Babinsa bersama Bhabinkamtibmas Turun ke sawah Bantu Petani
Gempa Misterius yang Guncang Bumi Selama 20 Menit Bulan Ini Buat Peneliti Kebingungan
Kodim 0302/Inhu: Tim Sergab Dari Mabes TNI AD Tinjau Sawah Terendam Banjir
Peneliti Indonesia Temukan Lukisan Batu Tertua di Dunia
RI Darurat Sawah, Izin Alih Fungsi Lahan Bisa Dievaluasi

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad