Home  / Lingkungan
Diduga Limbah PKS, Ribuan Ikan Mati Di Sungai Karang Kuntodarussalam Rohul
Kolam warga ikut tercemar
Selasa, 2 Oktober 2018 | 13:10:50
ys/riaueditor.com
ROKAN HULU, riaueditor.com - Ribuan ikan mendadak mati di Sungai Karang yang mengalir di Desa Kembangdamai, Kecamatan Kuntodarussalam, Kabupaten Rolan Hulu (Rohul). Matinya ikan-ikan tersebut diduga karena air sungai tercemar limbah sawit dari hulu sungai.

Menurut beberapa orang warga Desa Kembangdamai, mengatakan peristiwa ikan mati tersebut terjadi sejak Minggu 24 September 2018 lalu. Saat itu, jumlah ikan yang mati diperkirakan mencapai ribuan ekor. Hingga saat ini masih ditemukan di beberapa tumpukan ikan mati di Sungai Karang. 

"Di sepanjang Sungai Karang bisa dilihat banyak ikan yang mati," kata warga desa Kembang Damai Toni, Selasa (2/10/2018).

Hal inilah membuat warga yang umumnya berprofesi nelayan menjadi resah karena tangkapan mereka berkurang drastis. Bagi warga Desa Kembangdamai, keberadaan sungai tersebut sangat penting karena mereka menggantungkan hidup dari sana. Kini, mereka mengaku tidak tahu harus berbuat apalagi dengan kondisi Sungai tersebut. 

"Kami di sini ya mengeluhkan kondisi ini. Karena penghasilan kami kan dari ikan-ikan di Sungai Karang, pun juga salah satu kolam ikan yang di dominasi ikan mas serta benih ikan nila yang baru berumur 14 hari nyaris tak tersisa (mati)," katanya.

Dilihat dari kondisi air sungai saat ini, warga curiga ribuan ikan mati mendadak karena sungai tercemar oleh limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sei-Intan. Sejumlah warga mengatakan, ada kebocoran kolam limbah dari pabrik pengolahan kelapa sawit di desa tersebut sehingga limbah mengalir ke sungai Karang.

"Kami memang tidak tahu pasti penyebabnya, bisa jadi dari limbah pabrik, bisa jadi juga karena yang lain. Kami hanya berharap pemerintah daerah bisa segera turun tangan untuk mengatasi permasalahan ini," kata Toni.

Sementara dari laporan sejumlah warga Kembangdamai, kematian ikan-ikan secara mendadak di Sungai Karang, bukan kali ini saja terjadi, tapi sudah berulang kali. Namun, jumlah ikan yang mati mendadak lebih banyak saat ini daripada sebelumnya. "Ini yang paling parah, paling banyak ikan yang mati. Sebagian ikan sudah tersapu hujan deras," kata Irwansyah.

Irwansyah mengatakan, jika memang kematian ikan-ikan secara mendadak di sepanjang Sungai Karang karena kebocoran limbah pabrik pengolahan kelapa sawit, dia meminta perusahaan bertanggung jawab. "Kami minta perkebunan sawit bertanggung jawab, bagaimana caranya memberikan ganti rugi kepada masyarakat karena mereka telah kehilangan mata pencaharian selama ini," ujarnya.

Dilain sisi, Irwansyah mengaku. Bahwa salah satu yang membuat kerugian besar bagi dirinya, kolam miliknya yang persis berada di sungai Karang tersebut menjadi salah satu santapan Limbah PKS Sei-Intan. Kolam miliknya itu sejak dua minggu terakhir telah di taburi bibit ikan mas dan nila. Ia mengaku semua bibit ikan tersebut nyaris tak tersisa.

"Saya baru saja menabur bibit ikan mas dan ikan nila dikolam itu, dikolam itu telah kita temukan air sudah menghitam. Pagi itu, saya hendak mau mengasi makan ikan, setelah sampai dikolam tersebut, ikan mas dan nila yang baru berumur 2 minggu itu kita dapati sudah tak bernyawa lagi. Kita menuntut perusahaan bertanggungjawab atas kematian ikan-ikan disungai karang itu termasuk kolam ikan kita yang juga terkena limbah PKS tersebut," kata Irwansyah. (ys)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
DLH Rohil Tunggu Hasil Laboratorium Sampel Air Limbah dan Udara PKS PT BSS
DPRD Kampar Imbau LSM Usut Limbah yang Cemari Sungai Petapahan
Ketemu di Masjid, Bintang Chelsea ‘Diculik’ Suporter Arsenal
Panglima TNI Sematkan Bintang Yudha Dharma Utama Kepada Mantan Panglima Angkatan Bersenjata Singapura
Sebrangi Sungai Siak, Tim Jumat Barokah Bantu Keluarga Malizon

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad