Home  / Lingkungan
Djarot Sebut Ikan Mati Sebab Turunnya Debit Air Kanal, Masyarakat Tuntut Janji RAPP
Minggu, 18 Maret 2018 | 14:29:54
dok. bermadah.co.id
Warga saat melakukan aksi protes.
PKL. KERINCI, riaueditor.com - Ledakan di Travo MCC Turbin pada Rabu (14/3/2018) pukul 17.50 WIB lalu, mengakibatkan 3 orang karyawan mengalami luka bakar dan memutus suplai listrik. Hingga Sabtu (17/3/2019) kondisi tersebut belum pulih.Kegiatan operasional di pabrik PT RAPP juga terhenti. Kondisi itu juga berpengaruh terhentinya proses di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Warga sekitar yakni masyarakat Desa Sering mengumpulkan ikan-ikan yang mati di kanal RAPP tanpa memikirkan kemungkinan dampak buruk mengkonsumsi ikan yang mati di kanal RAPP tersebut. 

Menurut Humas PT RAPP Djarot Handoko terhentinya pasokan listrik ini juga menghentikan semua aktivitas di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sumber malapetaka matinya ribuan ikan di kanal outlet PT RAPP yang bermuara ke sungai Kampar itu.

"Efluent Plant sebagai pengolahan limbah berhenti dan mesin pompa berhenti serta alat deteksi yang menggunakan listrik juga mati total," ujar Djarot melalui rilis tertulisnya via WhatsApp ke rekan-rekan wartawan.

Alasan Djarot dengan terputusnya aliran listrik juga menghentikan proses di instalasi pengolahan air limbah (IPAL), sehingga air yang biasanya mengalir ke kanal outlet juga terhenti, hal ini berakibat pada penurunan debit air di kanal outlet tersebut. 

"Penurunan debit atau volume air tersebut, mengakibatkan berkurangnya kandungan oksigen pada kanal outlet yang berpengaruh terhadap biota ikan di kanal tersebut," ungkap Djarot mengungkapkan hasil analisisnya, walau kanal RAPP terafiliasi dengan kanal outlet PT Inti Indosawit Subur (IIS) yang senantiasa mengalir deras. 

Ditambahkan Djarot, terkait hal ini perusahaan juga melakukan koordinasi intensif dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pelalawan. "Saat ini perusahaan terus berusaha semaksimal mungkin agar pembangkit listrik dapat segera normal kembali dalam waktu dekat," tukas Djarot.

Sebelumnya, Kamis (15/3/2018) warga Desa Sering mendatangi Kanal Outlet PT RAPP. Manajemen RAPP menjumpai warga berjanji akan menggelar pertemuan di Desa Sering pada Jumat (16/3/2018) pagi jam 10.00 WIB. Namun, pihak manajemen tidak datang pada pertemuan yang direncanakannya tersebut. 

Pada hari itu, juga sekitar pukul 10.30 WIB, sekitar 80 orang warga Desa Sering kembali mendatangi Kanal Outlet PT RAPP. Mereka secara spontan melakukan aksi mempertanyakan perihal matinya ikan di kanal yang mengalir ke Desa Sering dan Sungai Kampar kepada pihak PT RAPP.

Jumat (16/3/2018) sekitar pukul 12.00 wib, pihak Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui Dinas Lingkungan Hidup melakukan pengambilan sampel air dan ikan yang mati untuk diperiksa di laboratorium Kesehatan di Pekanbaru. "Kita akan menunggu hasil uji dari labkes," ujar Samsul Anwar, Kadis DLH Pelalawan.

Sementara, warga Sering yang berunjukrasa bersepakat dengan PT RAPP untuk mengadakan pertemuan pada Sabtu (17/3/2018).

Kesepakatan ditandatangani pihak Perusahaan dan disaksikan Camat Pelalawan, Joko Purnomo.

Pada Sabtu tanggal 17 Maret 2018 sekira pukul 09.45 WIB bertempat di Tribun Lapangan Bola Kaki Desa Sering Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan berlangsung pertemuan antara Management PT RAPP dengan warga Desa Sering yang menuntut kesepakatan yang telah dibuat oleh kedua belah pihak pada Agustus 2016 silam, juga terkait matinya ribuan ikan di lokasi yang sama.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kapolsubsektor Pelalawan Ipda Yulheri, General Maneger PT RAPP Marzum, Perangkat Desa dan BPD, Bhabinkamtibmas Ds Sering Bripka M Lubis dan Masyarakat Desa Sering sekitar 60 orang.

Dari pertemuan tersebut manajemen RAPP kembali mengumbar janji dalam bentuk kesepakatan tertulis diantaranya, PT RAPP akan melakukan perbaikan terhadap mesin air bersih di Desa Sering yang saat ini dalam kondisi rusak, pihak PT RAPP akan memberikan bantuan Keramik untuk Masjid Maitul Hidayah Desa Sering Kecamatan Pelalawan serta dilakukan pengecekan terhadap rumah warga Desa Sering yang belum memiliki KWH dan akan dilakukan pendataan ulang untuk diberikan bantuan terhadap masyarakat Desa Sering yang belum memiliki KWH listrik. 

Terkait realisasi bantuan PT RAPP tersebut akan di musyawarahkan kembali pada Senin 19 Maret 2018 di Desa Sering pukul 14.00 WIB, demikianlah RAPP. ***

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Memahami Manajemen Kematian dan Pengurusan Jenazah
Matinya Toko Buku
Kasdim 0313/Kpr Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Anggota Kodim 0313/Kpr
Babinsa Koramil 16/Tapung Hadiri Pelantikan Pengurus Karang Taruna Petapahan
Resmikan Taman Kota RTH Kecamatan Pinggir, Bupati Bengkalis: Jaga RTH Dari Tangan Jahil

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad