Home  / Lingkungan
Mati Mengenaskan, Bangkai Harimau Jadi Tontonan Warga Mandailing Natal
Minggu, 4 Maret 2018 | 20:34:57
Instagram kpa_forester_tabagsel
Seekor harimau mati dalam keadaan mengenaskan. Tubuhnya diikat pada sebuah kursi panjang dan lalu digantungkan di langit-langit. Mirisnya, pemandangan itu justru menjadi tontonan warga. 

Itulah yang terlihat dari sebuah foto yang kini beredar di media sosial. Peristiwa itu terjadi di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Minggu (4/3). Harimau yang telah mati itu merupakan jenis harimau Sumatera atau Panthera Tigris Sumatrae. 

Kejadian itu bermula dari laporan kepada Kepala Balai Taman Nasional Batang Gadis (BTNBG). Dilaporkan bahwa seekor harimau telah masuk ke rumah warga di Desa Bangkelang Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Minggu (4/3) sekitar pukul 07.49 WIB.

"Kemudian Kepala BTNBG menghubungi Balai Besar KSDA (BBKSDA) Sumatera Utara dan segera mempersiapkan tim untuk ke lokasi dan menghubungi Dandim 0212 dan Wakapolres Madina untuk mengarahkan anggotanya di lapangan untuk tidak membunuh atau menembak harimau tersebut," bunyi pernyataan Kementerian LHK seperti dikutip dari akun Twitter @KementerianLHK.

Sayangnya, karena desakan masyarakat yang ketakutan, polisi setempat terpaksa menembak harimau tersebut. BBKSDA lalu menghubungi Dandim & Wakapolres untuk mengamankan jasad harimau, dan membawanya ke Polsek atau Koramil untuk diautopsi.

"Arahan dari Kepala BBKSDA, setelah diautopsi jasad harimau akan dimusnahkan dengan dibakar dengan dibuat berita acara selanjutnya akan dibawa ke Polres Madina," jelasnya.

Selama dua bulan terakhir, terjadi konflik satwa langka tersebut dengan warga Kecamatan Batang Natal. Harimau memasuki lahan warga dan dilaporkan satu orang terluka. Diduga terdapat indikasi adanya provokator yang memanfaatkan keresahan masyarakat setempat.

"Indikasi tersebut adalah adanya pemaksaan kepada tim penanganan konflik satwa dari BTNBG dan BBKSDA Sumut untuk menandatangani surat agar menyerahkan penyelesaian konflik satwa liar tersebut kepada masyarakat," tambahnya.

Saat ini tim BTNBG dan BBKSDA Sumut tengah melakukan proses otopsi di kantor Polres Madina. Setelah autopsi, direncanakan jasad harimau akan langsung dimusnahkan melalui pembakaran, dikubur dan dicor, serta dibuatkan berita acaranya.

Kementerian LHK juga menyesalkan terjadinya peristiwa yang memakan korban salah satu hewan yang dilindungi tersebut.

"Semoga pasca kejadian di Batang Natal ini, ada inisiatif operasi bersama penindakan hukum atas aktivitas ilegal dalam kawasan hutan di sekitar lokasi tersebut," tutupnya.

Sebelumnya insiden yang melibatkan warga Mandailing Natal dan harimau juga pernah terjadi pada Jumat (16/2) lalu. Ketika itu seorang warga terluka akibat diserang oleh seekor harimau di wilayah Hutan Batahan, Mandailing Natal. Saat itu korban berada di Hutan Batahan untuk memastikan beredarnya kabar adanya penampakan seekor siluman harimau berkepala manusia. 


(kumparan.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Sempena HUT Bengkalis Ke-506, Masyarakat Antusias Hadiri Tabligh Akbar Bersama Ustadz Somad
Warga Sorong Bantai Ratusan Buaya Bikin Warganet Meradang
Sempena Hari Jadi Ke-506 Bengkalis, Seluruh Pegawai Kenakan Busana Melayu
Bupati Siak Serahkan RLH Kepada Bufon Sinaga
176 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Pekanbaru Mencoblos di TPS 24

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad