Home  / Lingkungan
Jaringan Masyarakat Gambut Riau Taja Kongres Ke-3
Senin, 6 November 2017 | 07:33:01
doc. JMGR
PEKANBARU, riaueditor.com - Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR) merupakan organisasi masyarakat gambut pertama dan terbesar di Riau, bahkan Nasional. Sejak berdiri pada 31 Maret 2010 silam, melalui kongres masyarakat Gambut yang diselenggarakan di Pekanbaru diikuti oleh perwakilan masyarakat gambut dari 32 desa di 5 Kabupaten dan 12 NGO Riau sebagai pendukung.

Sekjen JMGR, Isnadi Esman mengatakan, ketika itu masyarakat gambut bersepakat untuk mendeklarasikan organisasi masyarakat gambut yang dinamai Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR). Dalam pejalananya, di usia ke ke 7 Tahun ini JMGR mengadakan Kongres ke-3 yang merupakan perhelatan tertinggi organisasi, saat ini keanggotaan JMGR sudah berkembang di 7 Kabupaten di Riau, yakni Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, Siak, Kepulauan Meranti, Rokan Hilir dan Kabupaten Bengkalis.

“Kongres ke-3 JMGR ini akan dihelat pada tanggal 06 sampai dengan 08 November 2017 di Ballroom Hotel Grand Suka Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru, dihadiri oleh 300 orang peserta dan akan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) dan Gubenur Riau,” ungkap Isnadi.

“Berdirinya ormas JMGR merupakan sikap tegas masyarakat gambut di Riau dalam menyikapi deforestasi dan degradasi hutan dan lahan gambut di Riau yang disebabkan trend investasi berbasis lahan seperti hutan tanaman industry (HTI), perkebunan kelapa sawit dalam sekala besar di gambut, tambang dan juga Migas yang tidak selaras dengan perlindungan dan pengelolaan gambut yang berkeadilan dan lestari,” jelas Isnadi.

Isnadi menambahkan bahwa di hampir seluruh sektor bisnis kehutanan dan perkebunan di wilayah gambut terdapat konflik, terutama sektor agraria seperti perampasan hak rakyat atas tanah secara paksa, tumpang tindih perizinan dengan lahan masyarakat, terbatasnya akses masyarakat, dan persoalan perubahan kondisi lingkungan yang berdampak terhadap hilangnya sumber kehidupan masyarakat gambut. 

“Berdirinya JMGR guna mendukung kebijakan pemerintah yang dapat memberikan kehidupan masyarakat gambut yang lebih baik, selain itu juga menggerakan kekuatan yang dimiliki dalam memperjuangkan hak-hak untuk menjamin kehidupan masyarakat gambut, serta membuka akses informasi secara luas untuk kepentingan masyarakat melalui upaya kerjasama multi pihak yang tidak mengikat secara keorganisasian”.

“Tema kongres kali ini “Lindungi Gambut Selamatkan Kehidupan, Gambut Terjaga Masyarakat Sejahtera” tema ini mendefinisikan Konsolidasi masyarakat gambut Riau untuk kepastian kebijakan gambut dan Wilayah Kelola Masyarakat yang lebih adil, hal ini menjadi konsen masyarakat gambut saat ini. Selain fokus pada penyelamatan dan tata kelola gambut JMGR juga mendorong pemberdayaan masyarakat gambut untuk meningkatkan kesejahteraanya, sangat tidak realistis ketika bicara tentang melindungi dan menyelamatkan gambut sementara untuk makan saja masyarakat mengalami kesusahaan”.

“Kami berharap perhelatan kongres ini berjalan lancar, mendapatkan dukungan dari pemerintah dan segenap masyarakat Riau. Keberadaan organisasi ini untuk menjadi wadah bagi masyarakat gambu di Riau, menjadi mitra pemerintah dalam mendorong perlindungan dan pengelolaan gambut yang lebih baik dan berdampak mensejahterakan masyarakat, bukan malah menjadi petaka seperti kebakaran hutan dan lahan(KARHUTLA) maupun bencana lain yang sama sekali tidak diinginkan,” tutup Isnadi.(rls)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Kawanan Rampok Sandera Tiga Keluarga, Seorang Pelaku Diringkus Polsek Kubu
Danrem 031/Wira Bima Tutup Latihan Posko I Yonif 132/BS
Kongres Ke 3 JMGR Hasilkan Rekomendasi Tegas untuk Pemerintah
LPG 3Kg di Kampar Capai 35 Ribu per Tabung
November Nanti Banmus DPRD Pekanbaru Agendakan 3 Kegiatan Besar

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad