Home  / Lingkungan
Lagi PKS Buang Limbah, Ribuan Ikan Mati di Sungai Kerumutan
Sabtu, 2 Januari 2016 | 15:28:22
foto: Ist
PELALAWAN, riaueditor.com - Ribuan ikan mati bergelimpangan di permukaan Sungai Kerumutan. Diduga, matinya Ribuan ikan sungai ini disebabkan tercemar limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) perkebunan sawit PT Makmur Andalan Sawit (PT MAS) yang beroperasi di Desa Dusun Tua Kecamatan Pangkalan Lesung.
 
Ribuan ikan mati ini ditemukan warga setempat Kamis (31/12) pagi kemaren. Beberapa jenis ikan yang menggelepar keracunan antaranya ikan lele, sabaan ikan kuning, ikan tunggik, toman padi atau gabus, dan ikan bade (badar).
 
"Ada ratusan kilogram ikan yang berhasil dikumpulkan warga. Ikan-ikan itu mengapung di permukaan sungai. Ada yang sudah mati dan ada pula yang megap-megap sudah lemah menanti ajal," kata Saidina Ali (56), Ketua Pokmaswas Kecamatan Pangkalan Lesung.

Saidina Ali yang juga tokoh masyarakat di Kecamatan Lesung ini mengaku mendapat telepon warga setempat. "Saya bersama UPTD Dinas Perikanan Pangkalan Lesung langsung turun mengambil sampel air dan ikan," bebernya sambil menyebutkan selain diambil warga masih banyak lagi ikan yang masih mengapung di Sungai Kerumutan tepatnya di Pangkalan Malako Desa Tambun Kecamatan Bandar Petangan.

"Penyebab matinya ikan-ikan ini diduga kuat akibat tumpahan limbah PKS PT MAS yang beroperasi di Desa Dusun Tua Kecamatan Pangkalan Lesung," ujarnya sambil menambahkan selain ikan mengapung di sungai nampaknya tumpahan minyak sawit dibawa arus dari arah hilir sungai.

Disebutkan, berdasarkan laporan H Dasman yang akrab disapa H Odas, ikan-ikan mati pertama sekali ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB pagi. Katanya lagi, pihak perusahaan juga ada di lokasi untuk mengambil sampel yang sama.

"Saya tidak ketemu langsung dengan pihak perusahaan. Tapi ikan-ikan yang mati saya melihat langsung termasuk limpahan minyak sawit yang menurut warga sengaja dibuang," papar Saidina Ali.

"Sampel air dan ikan dibawa oleh orang Dinas Perikanan dan BLH," sambungnya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pelalawan H Syamsul Anwar SH,MH yang dikonfirmasi terpisah mengatakan pihaknya sudah menurunkan tim ke lokasi.

"Sudah kita turunkan tim verifikasi untuk mengidentifikasi sumber pencemaran ke lapangan," jelasnya.
 
Ditanya hasil verifikasi, Syamsul tidak mau berspekulasi. "Hasilnya menunggu kerja tim yang masih di lapangan," tutupnya.(zul)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Wakil Ketua KPK Anggap Rekam Jejak PKS Paling Bagus
John Kei Dikabarkan Berniat Masuk Islam
Dimediasi Bupati, PT Ciliandra Perkasa Buka Portal Dan Akomodir Tuntutan Kebun Pola KKPA
Dikunjungi Tim Surveyor Akreditasi, Empat Puskesmas Di Siak Bakal Naik Kelas
Babinsa Koramil 03/Tempuling Dampingi Khitanan Massal

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU