Home  / Khazanah
Safari Ramadan ke Indonesia, Imam Palestina Sampaikan Kepedihan Umat Islam di Gaza
Jumat, 25 Mei 2018 | 14:38:27
(dok. Okezone)
Aksi solidaritas untuk Palestina di Jakarta
BOGOR - Pelaksanaan Shalat Dzuhur di Masjid Nurul Falah, Komplek Bumi Menteng Asri Kota Bogor, Jawa Barat, berlangsung istimewa karena kedatangan Imam Palestina Syaikh Abdurrahman Zaky Syahadah, kemarin.

Syaikh Zaky berasal dari Kota Gaza, Palestina, datang ke Indonesia dalam rangka safari Ramadan. Ini tahun pertamanya berdakwah di Indonesia setelah tahun lalu di Malaysia.

Dalam dakwahnya, Syaikh Zaky menyampaikan kedatangannya ke Indonesia menyampaikan amanah tentang tanggungjawab umat Muslim saat ini terhadap Masjidil Aqsa.

"Masjidil Aqsha adalah sebuah tempat yang diberkahi, disebut dalam Al Qur'an sebagai masjid yang diberkahi oleh Allah SWT yang apabila orang salat di dalamnya, Allah akan menghitung setiap ketaatannya, ibadahnya 500 kali lipat pahalanya dibanding salat di tempat lain," katanya.

Di dalam Masjidil Aqsa dihadirkan ma'rifat (keutamaan). Bahkan Nabi Muhammad SAW membacakan doa khusus bagi orang yang shalat di Masjidil Aqsa akan diampuni dosa-dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan ibunya.

Ia mengatakan, Masjidil Aqsa salah satu asas pondasi dari kemuliaan kaum Muslimin. Untuk mengetahui kondisi Islam dalam keadaan baik atau tidak dilihat dari kondisi masjid tersebut.

"Karena keutamaan itulah, muslim-muslim di Palestina memperjuangkan diri untuk mempertahankan Masjidil Aqsa dari gangguan orang Yahudi yang ingin menghancurkan masjid, dan mengusir kaum Muslim dari tanah Palestina.

Perlakuan orang Yahudi, katanya, mengunci setiap pintu masjid dan menjaganya. Umat Muslim yang ingin beribadah diusir dan dilarang salat di dalamnya. "Inilah yang terjadi setiap hari di sana (Palestina). Orang Yahudi juga menghancurkan masjid-masjid dengan bomnya," kata dia.

Banyak masjid yang dibom oleh Yahudi, termasuk masjid yang dipimpin oleh Syaikh Zaky yang sudah dua kali dihancurkan oleh tentara Zionis Israel. "Setelah dihancurkan saya bangun lagi, dan sekarang kembali dihancurkan lagi," katanya.

Di Gaza, lanjutnya, orang Palestina dihalangi untuk mendapatkan makanan, mereka dipenjara dalam penjara terbesar di dunia.

Umat Islam Palestina harus menyaksikan saudaranya, kerabatnya, anaknya, meninggal di hadapan mereka karena tidak mendapatkan obat. Pemerintahan Israel melarang masuk obat ke Gaza, ratusan orang meninggal karena tidak mendapatkan obat-obatan.

Pada bulan Ramadan, siang hari masyarakat Palestina berpuasa, malam hari saat azan Magrib tiba, mereka tidak memiliki makanan untuk berbuka. "Kisah ini bukan khayalan, bukan fiksi tapi terjadi setiap hari, saya menyaksikannya," katanya.

Kedatangannya ke Indonesia untuk menyampaikan gambaran kehidupan masyarakat Palestina yang begitu menyedibkan, pedihnya kehidupan di Gaza. Menyedihkan lagi, rakyat Palestina dalam sehari hanya bisa menikmati listrik selama dua jam. Aliran listrik diputus oleh tentara Israel.

"Di Ramadan ini mereka saum dalam keadaan gelap gulita, mereka salat Isya dan tarawih dalam keadaan gelap, tanpa pendingin udara, cuaca panas," katanya.

Syaikh Zaky yang juga Anggota Ikatan Ulama Palestina, dan perwakilan Lembaga Ulama Palestina di Gaziantep Turky ini menyebutkan, tidak ada orang yang mau hidup seperti anak-anak di Palestina. Kehidupan yang menyedihkan itu telah berlangsung selama puluhan tahun sampai sekarang.

"Mereka hidup dalam kondisi ini hanya karena membela Masjidil Aqsa. Karena mereka berkata kepada Amerika dan Yahudi tidak akan pernah keluar dari Palestina, makanya mereka diperlakukan begitu, diusir dan dipenjara," katanya.

Setiap minggu, ada banyak rakyat Palestina bergugurannya. Minggu lalu sebelum Ramadan, tepatnya hari Jumat, sebanyak 60 orang meninggal dunia dan 200 lainnya terluka. Mereka yang meninggal dunia syuhada, peristiwa terjadi dalam waktu satu hari saja.

Syaikh Zaky menambahkan, pembelaan yang dilakukan rakyat Palestina bukan hanya untuk mereka saja. Tapi untuk seluruh umat Muslim di dunia, karena Masjidil Aqsa adalah hak semua umat Islam di dunia, termasuk Indonesia.

"Karena Masjidil Aqsa bukanlah milik rakyat Palestina saja, tetapi hak seluruh umat Muslim di dunia," katanya Syaikh Zaky.


(okezone.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Jumat Barokah, Polsek Payung Sekaki Sambangi Rumah Janda Tukang Urut
PKS Harapkan Koalisi Keumatan Terbentuk Sebelum Pilkada Serentak 2018
5 Fakta Tentang Razan Al-Najjar, Perawat Palestina yang Dibunuh Tentara Israel di Gaza
Disambangi Tim Jumat Barokah, Petugas Parkir Ini Sempat Kaget dan Terkesima
Tim Jumat Barokah Polresta Pekanbaru Sambangi Tukang Parkir

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad