Home  / Khazanah
Menginspirasi, Perjalanan Spiritual Profesor Ateis Menerima Islam
Kamis, 10 Mei 2018 | 15:54:16
(Foto: Dunyabizim)
PERJALANAN seseorang dalam menemukan Islam berbeda-beda. Ada ilmuwan karena penelitian ilmiahnya kemudian menjadi mualaf, ada yang karena pergolakan batin yang tiada henti dan terus mencari kebenaran hingga sampai padanya Islam.

Jeffrey Lang, salah satu ilmuwan atau profesor matematika dan penulis asal Amerika Serikat akhirnya menjadi mualaf setelah menempuh perjalanan religiusnya. Dilansir Islamreligion, pria yang lahir pada 30 Januari 1954 itu awalnya seorang ateis.

Selama 18 tahun pertama hidupnya dihabiskan di sekolah-sekolah formal, yang melahirkan pertanyaan tentang sesuatu yang tak terjawab mengenai Tuhan. “Seperti kebanyakan anak-anak di akhir tahun 60-an dan awal tahun 70-an, saya mulai mempertanyakan semua nilai yang kami miliki pada masa itu, politik, sosial dan agama," ujar Lang.

Pada saat usianya 18 tahun, ia sepenuhnya menjadi seorang ateis. “Jika ada Tuhan, dan Dia semua penuh belas kasihan dan semua mencintai, lalu mengapa ada penderitaan di Bumi ini? Mengapa Dia tidak membawa kita ke surga? Mengapa membuat semua orang ini menderita?," begitulah pertanyaan yang muncul dalam pikirannya pada masa itu.

Sebagai dosen muda dalam bidang matematika di San Francisco University, Lang perlahan menemukan bahwa Tuhan benar-benar ada melalui teman-teman Muslim yang ditemuinya di kampus.

“Kami berbicara tentang agama. Saya bertanya kepada mereka pertanyaan saya, dan saya benar-benar terkejut dengan seberapa hati-hati mereka memikirkan jawaban mereka,” kata Lang.

Lang lalu bertemu dengan Mahmoud Qandeel, mahasiswa Saudi yang tampak menarik perhatian seluruh kelas ketika ia mulai masuk ruangan. Ketika Lang mengajukan pertanyaan tentang penelitian medis, Qandeel menjawab pertanyaan itu dalam bahasa Inggris yang sempurna.

Qandeel secara mengejutkan memberi Lang salinan Alquran dan beberapa buku tentang Islam. Lang membaca Alquran sendiri dan ia menuju ruang berdoa di Universitas. Ketika membaca Alquran, pada dasarnya dia 'menyerah' tanpa banyak penentangan.

Ia ditaklukkan oleh Alquran. Alquran menjadi jawaban dari pertanyaan-pertanyaannya selama ini. Akhirnya, ia pun memeluk Islam dan menjadi seorang mualaf.


(okezone.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Melawan Kebocoran Uang Negara dari Perjalanan Dinas PNS
‘Profesor Halal’ dari Indonesia Sabet Penghargaan King Faisal Prize 2018
Partai Komunis Cina Minta Anggota Muslim Nyatakan Diri Ateis
Fisikawan Klaim Perjalanan Menembus Waktu Itu Nyata
Plt Sekwan: Perjokian Perjalanan Dinas Menjadi Tanggungjawab Pribadi Penjoki

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad