Home  / Khazanah
Ternyata Jahe Disebutkan dalam Alquran, Apa Keistimewaannya?
Senin, 13 November 2017 | 08:30:33
(Foto: Huffington Post)
JAKARTA - Jahe (Zingiber Officinale), atau disebut sebagai zanjabil dalam Bahasa Arab, adalah tanaman yang dekat dengan kehidupan manusia. Nama zanjabil berakar dari Bahasa Sansakerta, sringeber.

Bahkan kata ginger dalam Bahasa Inggris berasal dari kata lain berbahasa Sansekerta, gringa, yang berarti tanduk, dan vere yang berarti tubuh. Gabungan kata ini mengacu pada bentuk rimpang jahe.

Dalam buku Tafsir Ilmi ‘Tumbuhan dalam perspektif Alquran dan Sains’ yang disusun oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjelaskan mengenai tanaman jahe.

Salah satu ayat Alquran menyebut jahe sebagai bahan campuran minuman di surga. "Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe," Surah Al-Insan Ayat 17.

Selama berabad-abad manusia telah memanfaatkan jahe. Masyarakat kuno percaya bahwa jahe dapat digunakan untuk menyembuhkan rematik, keseleo dan mengeringkan bekas luka.

Sekarang ini minuman hangat dengan campuran irisan jahe segar dan madu sangat digemari. Masyarakat Arab sangat menyukai jahe, komoditi yang mereka peroleh dari perdagangan Arab-India.

Tanaman jahe sudah dibudidayakan di India sejak dulu. Dalam pustaka kuno, para ahli pengobatan India menyatakan pentingnya peran jahe dalam pengobatan.

Tercatat dalam sejarah bahwa pada masa hidupnya, Rasulullah pernah menerima satu guci asinan jahe, hadiah dari kaisar Byzantium. Nabi lalu menyantapnya sekaligus membagikannya kepada sahabat-sahabatnya.

Tafsir Mazhari menjelaskan bahwa masyarakat Arab menggemari jahe dan menggunakannya sebagai campuran minuman dan pengobatan. Jahe adalah bahan obat yang tergolong sangat aman, sehingga dapat ditemukan di hampir setiap rumah tangga.

Penggunaannya sejak ratusan tahun lalu di China, India, Timur Tengah, Pakistan, dan Eropa menunjukkan betapa jahe sangat aman dan berguna. Penelitian modern bahkan mengonfirmasi lebih lanjut kebenaran apa yang telah ditemukan para ahli sebelumnya, seperti Ibnu Sina.

Jahe diketahui mujarab mengobati gangguan sirkulasi darah dan kondisi jantung yang buruk. Penyakit jantung adalah salah satu penyakit penyebab kematian dalam dunia modern saat ini.

Hampir dua per tiga penduduk dunia saat ini memiliki penyakit yang disebabkan oleh tingginya kandungan kolesterol darah, di mana setengah di antaranya akan mengalami serangan jantung, stroke atau penyakit sirkulasi darah lainnya.

Jahe juga dapat berperan sebagai aspirin alami yang tidak menimbulkan efek samping layaknya aspirin buatan. Selain itu, bubuk jahe kering juga dipercaya dapat meningkatkan daya ingat.


(ahl/okezone)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Satgas Indobatt-03 Beri Bantuan Beras dan Alquran di Desa Wailu Sudan
Warga Bagan Timur Dikejutkan Penemuan Mayat Membusuk dari Dalam Sumur
Resmikan Mushalla, SMPN 13 Gelar Khatam Alquran
Heboh WNI Transfer Rp18,9 Triliun, OJK Dalami Penjelasan Standard Chartered
Jumlah Jamaah Haji Dunia Tahun Ini Terbesar dalam Sejarah

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad