Home  / Khazanah
Menakjubkan! Fenomena Air Memancar dari Bumi Dijelaskan Alquran dan Sains
Jumat, 18 Agustus 2017 | 14:13:20
Ilustrasi (Foto: Reuters)
Air hujan yang jatuh ke Bumi terbagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama menguap kembali karena pemanasan, bagian kedua mengalir di permukaan sebagai air sungai atau menggenang di danau, kolam, sawah, atau cekungan tanah. 

Bagian ketiga meresap ke dalam tanah. Sebagian dari yang meresap ke tanah akan tetap tertahan berada di dalam sebagai kelembapan tanah atau mengalir ke dalam lapisan batuan yang lebih dalam dan tersimpan sebagai air tanah dalam.

Dalam buku Tafsir Ilmi 'Air dalam perspektif Alquran dan Sains' yang disusun oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), menjelaskan mengenai air di dalam Bumi.

Dalam buku tersebut dipaparkan, di daerah hilir yang lebih rendah, air tanah dalam ini akan keluar kembali sebagai mata air di hulu-hulu sungai atau pada tebing-tebing yang tertoreh. Apabila air tanah ini mendapat tekanan yang cukup kuat, mata air bahkan dapat menyembur ke atas sebagai mata air artesis.

Air di dalam Bumi dinamai air tanah, secara umum dapat dibedakan dua bagian. Yang pertama, disebut air tanah dangkal, menempati bagian dekat permukaan, termasuk di dalamnya kelembapan tanah dan air tanah dangkal atau air sumur. 

Yang kedua, biasa disebut air tanah dalam yang diistilahkan untuk air di dalam bebatuan atau air yang terletak pada kedalaman lebih dari 50 meter. Di dalam tanah maupun batuan, air menempati ruang antarbutir atau kesarangan media yang dikenal pula dengan nama ruang pori-pori. 

Umumnya terdapat hubungan antara satu ruang pori dengan pori lainnya yang memungkinkan air bergerak di antara butiran, sehingga membentuk aliran air tanah. Istilah ‘sekeras-kerasnya batu memiliki ruang pori’ ini dijadikan perumpamaan dalam Alquran. 

"Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan," Al-Baqarah Ayat 74.

Pada bagian permukaan tanah, kesarangan ini berhubungan pula secara langsung dengan udara bebas, sehingga memungkinkan pertukaran udara dan air antara bagian-bagian di atas dan di bawah permukaan tanah. 

Melalui hubungan kesarangan ini pula terjadi proses-proses penguapan air ke udara dan imbuhan air permukaan ke dalam tanah, yang menjadi pasokan awal air tanah.


(ahl/okezone)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
2 Penyiram Air Keras ke Novel Baswedan Terdeteksi
Panglima TNI: Sampai Kapanpun TNI Tidak Pernah Melupakan Para Pejuang dan Senior
Mendagri Beri Penghargaan Kepada Camat dan Sekcam Kandis
Orang Kaya di Bumi Semakin Banyak, dengan Total Kekayaan Rp3.790.895 Triliun
Saya Keturunan Cina dan Saya Pribumi

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad