Home  / Kesehatan
ASI tidak Mengenal Kedaluwarsa
Senin, 20 Agustus 2018 | 10:29:38
ist.
Tubuh ibu sudah dirancang untuk menyusui bahkan di luar masa minimal yang dianjurkan.

JAKARTA - Menyusui berefek positif pada ibu. Menurut para ahli, menyusui dapat mengurangi risiko kanker payudara dan ovarium, mengurangi pendarahan setelah persalinan, serta membakar kalori.

ASI dikemas dengan nutrisi yang mendorong sistem kekebalan tubuh dan memastikan bayi terlindung dari ancaman sindrom kematian mendadak (SIDS), infeksi telinga tengah, diabetes, dan risiko gangguan psikologis. Pakar kesehatan di SL Raheja Hospital India, Asmita Mahajan mengatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama usia bayi.

Setelah enam bulan, ASI dilanjutkan minimal satu tahun ditambah makanan pendamping ASI (MPASI). Setelah itu, jika bayi dan ibu memilih ingin melanjutkan menyusui, maka bisa dilakukan hingga usia dua tahun atau lebih.

Tahap menyapih juga berbeda dialami masing-masing ibu. Ibu rumah tangga yang kesehariannya di rumah biasanya dapat menyusui bayinya lebih lama. Ibu pekerja mungkin lebih cepat berhenti menyusui bayinya, namun tetap bisa menyuplai ASI jika si kecil masih menginginkan.

"Menyusui adalah kekuatan super ibu dan tidak boleh dihentikan sebelum waktunya. ASI tidak mengenal kedaluwarsa dan tak akan kehilangan nilai nutrisinya, bahkan setelah diberikan lama. Itu bergantung kenyamanan ibu dan anak, selama masa menyusui satu hingga tiga tahun," kata Ahli Obstetri dan Ginekolog di Fortis Hospital, Kalyan, Sushma Tomar, dilansir di Mid Day, Senin (20/8).

Tomar menyimpulkan tubuh ibu sudah dirancang untuk menyusui bahkan di luar masa minimal yang dianjurkan. Inilah mengapa ASI tak mengenal tanggal kedaluwarsa sehingga bergantung pada berapa lama ibu dan anak ingin melanjutkan menyusui. 


(republika.co.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Wakasad: Generasi Muda harus jadi Agent Of Change dan Entrepreneur Berwawasan Kebangsaan
Demokrat Ungkap Nama ‘Penyebar Fitnah’ soal Century ke Istana
Soal Tuduhan Pencucian Uang, Asia Sentinel Mohon Maaf Kepada SBY dan Demokrat
Panglima TNI: TNI Tidak Akan Melupakan Sejarah
Politikus Demokrat Unggah Foto Pemilik Asia Sentinel Bersama Jokowi

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad