Home  / Kesehatan
YLKI: Istilah Susu Kental Manis Bisa Menyesatkan Konsumen
Jumat, 6 Juli 2018 | 17:13:20
Photo : Pixabay/ TheUjulala
Susu kental manis
VIVA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru saja mengeluarkan surat edaran tentang Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya untuk melindungi konsumen, terutama anak-anak dari informasi yang tidak benar dan menyesatkan. Poin-poin utama yang diatur, meliputi aspek periklanan, marketing, dan klaim dari produk yang bersangkutan.

Dalam siaran pers Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), istilah Susu Kental Manis (SKM) memang bisa menyesatkan konsumen, sehingga kata susu patut dihilangkan, khususnya bagi produk yang kandungan proteinnya kurang dari 7,5 persen. YLKI mengapresiasi upaya BPOM dalam mengatur visualisasi atau persuasi iklan SKM yang bisa menjerumuskan konsumen anak-anak, remaja bahkan dewasa.

"Namun demikian, sebaiknya Badan POM jangan tebang pilih, jangan hanya terfokus pada produk SKM saja," ujar Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi dalam siaran pers yang diterima VIVA, Jumat 6 Juli 2018.

Berdasarkan pantauan YLKI, banyak sekali produk makanan dan minuman kemasan atau bermerek, yang juga berkarakter sama dengan produk SKM, seperti minuman sari buah atau jus. Menurut YLKI, klaim dan ilustrasinya seolah penuh dengan kandungan buah atau sari buah, tetapi isinya lebih banyak kandungan gula daripada sari buahnya.

Dia menuturkan, berbagai jenis dan merek minuman yang sangat digemari anak-anak, yang kandungan gulanya sangat tinggi, jauh lebih tinggi kandungan gula pada produk SKM. Hal seperti ini harus segera ditertibkan oleh Badan POM, sebagaimana produk SKM.

"Kedua, jika Badan POM hanya terfokus pada produk SKM saja, YLKI menduga Badan POM terjebak pada perang dagang dan persaingan tidak sehat antar produsen susu," kata dia.

Sebab informasi yang diperoleh YLKI bahwa mencuatnya polemik produk SKM karena adanya perang dagang antara produsen susu bubuk, yang produknya kurang berkembang dan produk SKM dijadikan 'tersangka'. Jika fenomena ini benar, menurut YLKI, kebijakan tersebut menjadi kebijakan yang tidak sehat.

(viva.co.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
YLBHR Minta Bupati Kampar Cabut Izin Lingkungan PKS PT Kencana Agro Persada
Dua Pengedar Sabu dan Ekstasi Ditangkap Dirumah dan Kamar Hotel Amera
Perkebunan Rokan Blok Terindikasi Tak Miliki HGU
Polisi Tangkap Pengedar Sabu di 3 Lokasi Berbeda
Kemenkes Intruksikan BPOM Perhatikan Izin Edar Susu Kental Manis dari Kategori Susu Bernutrisi!

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad