Home  / Kesehatan
Mengenal Preeklamsia, Penyakit yang Merenggut Nyawa RA. Kartini Pasca Melahirkan
Sabtu, 21 April 2018 | 21:08:21
ilustrasi
RADEN Ajeng (RA) Kartini merupakan salah satu pahlawan paling berjasa dalam menyuarakan emansipasi bagi seluruh perempuan Indonesia. Berkat perjuangannya lah, perempuan Indonesia mendapatkan hak yang setara dengan laki-laki, termasuk dalam hal pendidikan.

Namun tidak banyak orang yang mengetahui, seperti apa perjalanan hidup wanita kelahiran Jepara itu, dan penyakit apa yang merenggut nyawanya. Berdasarkan hasil penelusuran Okezone, RA. Kartini meninggal dunia setelah melahirkan anak tunggalnya, Raden Mas Soesalit Djojoadhiningrat.

Penyebabnya diduga akibat mengidap penyakit preeklamsia. Penyakit ini biasanya dimulai setelah kehamilan memasuki usia 20 minggu, dan dapat menyerang pada wanita dengan tekanan darah normal.

Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius bagi ibu maupun bayi, dan juga berujung pada kematian. Meski diklaim tidak memiliki gejala tertentu, preeklamsia bisa ditandai dari tekanan darah tinggi dan kadar protein para urine ibu hamil.

Namun dalam beberap kasus, ada juga yang mengalami pembengkakan pada kaki disertai retensi air. Sayangnya, gejala tersebut dianggap masih sulit untuk dikategorikan sebagai penyebab preeklamsia.

Penyebab Preeklamsia

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab utama yang memicu timbulnya preeklamsia. Beberapa ahli percaya bahwa penyaki ini diawali kelainan plasenta yaitu, organ yang berfungsi menerima suplai darah dan nutrisi pada bayi selama masih dalam kandungan.

Pada wanita hamil, hal tersebut dapat ditandai dari penyempitan pembuluh darah, serta reaksi yang cenderung berbeda terhadap rangsangan hormon. Kondisi akan mengurangi jumlah darah yang dialirkan pada janin.

Setidaknya ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko preeklamsia pada wanita hamil. Mulai dari kekurangan nutrisi, pernah mengalami preeklamsia pada kehamilan sebelumnya, mengandung bayi kembar (lebih dari satu janin), hingga menderita beberapa penyakit tertentu seperti diabetes, lupus, hipertensi, atau penyakit ginjal.

Mencegah dan mengobati Preeklamsia

Wanita hamil yang didiagnosis mengidap preeklamsia biasanya akan disarankan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit tempat ia akan melahirkan. Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan NST secara rutin untuk memastikan kesehatan janin.

Selain itu, dokter juga akan memberikan beberapa resep obat yang dipercaya dapat menyembuhkan pasien penderita preeklamsia. Di antaranya, resep untuk menurunkan tekanan darah yang aman bagi ibu dan janinnya, resep obat kortikosteroid yang dapat meningkatkan kinerja liver dan trombosit, serta obat antikejang jika preeklamsia sudah cukup parah. Demikian dilansir Okezone dari berbagai sumber, Sabtu (21/4/2018).

(okezone)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Pasca Bom Gereja dan Mapolrestabes Surabaya, Polresta Pekanbaru Perketat Pengamanan
Geger, Peserta SBMPTN Unhas Melahirkan di Toilet
Kartini Polsek dan Koramil Bagan Sinembah Bagi Bunga kepada Pengendara
Ketum Dharma Pertiwi Hadiri Peringatan Hari Kartini di Istana Bogor
Puncak Hari Kartini Ke-139 di Inhil, Sekda: Perjuangan Kartini Jadi Motivasi Kaum Wanita

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad