Home  / Kesehatan
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas di RI Capai Rp 78 Trilun/Tahun
Rabu, 3 Januari 2018 | 16:17:29
(Foto: Thinkstock)
Ilustrasi Obesitas
Obesitas merupakan masalah global yang berdampak pada meningkatnya morbiditas (angka kesakitan) serta pengaruhnya terhadap peningkatan mortalitas (angka kematian) pada orang dewasa di dunia. 

Obesitas terkait dengan morbiditas dan mortalitas pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan produktivitas akibat ketidakhadiran dalam bekerja, penurunan kualitas hidup, dan kematian dini

Tiga orang peneliti dari Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) Institut Pertanian Bogor (IPB) yaitu Drajat Martianto, Arnati Wulansari dan Yayuk Farida Baliwati melakukan penelitian tentang estimasi kerugian ekonomi akibat obesitas di Indonesia.

"Estimasi kerugian ekonomi akibat obesitas dapat diukur dengan menghitung biaya perawatan kesehatan, nilai ekonomi produktivitas yang hilang akibat kematian dini, dan nilai ekonomi produktivitas akibat ketidakhadiran kerja," ungkap Drajat dalam keterangan tertulis, Rabu (3/1).

Subjek yang digunakan pada penelitian ini merupakan proyeksi jumlah penduduk masing-masing provinsi dan Indonesia (berusia 18-64 tahun). Data yang digunakan tim ini antara lain bersumber dari Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, yaitu rata-rata biaya yang dikeluar¬kan untuk rawat inap dan rawat jalan dan jumlah hari perawatan. 
Juga data yang bersumber dari Sistem Informasi Rumah Sakit 2013 yaitu jumlah kematian akibat komorbiditas (kanker, diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung iskemik, osteoartritis, dan stroke) serta dari beberapa unit data terkait lainnya.

Biaya perawatan kesehatan diestimasi dari perkalian proporsi kejadian komorbiditas pada populasi obesitas, jumlah penduduk yang mengalami obesitas, dan rata-rata biaya perawatan. Nilai ekonomi produktivitas yang hilang akibat kematian dini diperoleh dari perkalian jumlah kematian, tingkat partisipasi kerja, dan upah yang diterima setiap tahun, yang kemudian dibagi dengan discount rate dipangkatkan dengan tahun hidup yang hilang, sedangkan nilai ekonomi produktivitas yang hilang akibat ketidakhadiran kerja diperoleh dari perkalian jumlah penduduk yang mengalami obesitas, jumlah hari tidak masuk kerja, tingkat partisipasi kerja, dan upah yang diterima per hari.

Dari hasil penelitiannya, tim ini mendapati bahwa biaya perawatan kesehatan diestimasi sebesar Rp 56,487 triliun per tahun. Nilai ekonomi produktivitas yang hilang akibat kematian dini sebesar Rp 1,597 triliun per tahun. Nilai ekonomi produktivitas yang hilang akibat ketidakhadiran kerja diestimasi sebesar Rp 20,394 triliun per tahun. Total kerugian ekonomi akibat obesitas di Indonesia sebesar Rp 78,478 triliun per tahun, setara dengan 0,9% Produk Domestik Bruto Indonesia.

"Hasil ini menunjukkan bahwa obesitas bukan hanya masalah kesehatan, melainkan juga berimplikasi pada masalah ekonomi yang menyebabkan beban ekonomi keuangan negara yang besar. Maka pentingnya dilakukan upaya promosi kesehatan untuk mengurangi konsekuensi negatif obesitas. Maka dari itu, penting bagi pemerintah untuk dapat membuat kebijakan yang bersifat promotif sejak dini, di antaranya dengan memasukkan pendidikan gizi dalam kurikulum sekolah, dan adanya regulasi disertai dengan fasilitas yang mendukung gaya hidup sehat dengan mengatur pola makan menggunakan prinsip gizi seimbang dan aktivitas fisik yang cukup,” ungkapnya.


(kumparan.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Gubri Buka Pertemuan Tahunan Bank Indonesia
Sempena Hari Menanam Indonesia 2017, Gubri Tanam Pohon di Desa Pantai Kuantan Mudik
Dubes An Kwang Il: Hubungan Indonesia-Korea Utara akan Terus Ditingkatkan
6 Fakta Menarik Jelang Timnas Indonesia vs Guyana
Pengurus Parsadaan PARNA Indonesia Periode 2017-2022 Resmi Dilantik

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad