Home  / Iptek
Luar Biasa! Peneliti Temukan Bahan Baru Supercapacitor Hanya dari Daun Kering
Kamis, 31 Agustus 2017 | 08:11:26
(Foto: Shutterstock)
BEIJING - Sebuah tim peneliti di Qilu University of Technology, China, telah menemukan jenis baru bahan supercapacitor atau baterai rechargeable dari daun kering yang tiga kali memiliki kapasitas lebih tinggi ketimbang beberapa supercapacitor graphene. 

Perkembangan ini bisa berarti penyimpanan energi yang lebih tinggi dari supercapacitor, sekaligus sebagai cara untuk memanfaatkan daun yang gugur selama musim gugur yang biasanya dibakar di wilayah tersebut. Bahan yang terbuat dari daun pohon Phoenix itu menurut para peneliti memiliki kapasitansi yang spesifik, yakni kemampuan untuk menyimpan muatan 367 Farad/gram.

Menurut Graphene Council - sebuah komunitas global produsen dan pengguna material, untuk membandingkan supersetitor graphene memiliki kapasitas spesifik sekira 100 Farads / gram. 

Sementara tim yang dipimpin oleh Hongfang Ma, mencoba untuk menciptakan efek yang sama dengan beberapa limbah sayuran dan pertanian, menemukan bahwa bahan itu bekerja paling baik dengan daun kering dan daun gugur secara khusus dari pohon phoenix yang melimpah di China utara, seperti dilansir IB Times, Kamis (31/8/2017). 

Proses yang digunakan oleh tim untuk karbon supercapacitive dimulai dengan menggiling, daun kering menjadi bubuk dan kemudian dipanaskan hingga 200 derajat celcius selama 12 jam. Tahap ini menghasilkan apa yang tim sebut sebagai bubuk mikrosfer karbon yang kemudian diolah dengan kalium hidroksida dan dipanaskan dengan suhu mulai dari 400 hingga 800 derajat Celsius. 

Setelah proses kimia dan panas dilangsungkan, ditemukan bahwa permukaan mikrosfer akan terkikis dan memberi jalan pada pori-pori mungil, yang sebagian besar meningkatkan luas permukaan masing-masing bidang. “Sebagai aturan praktis, semakin tinggi luas permukaan material kapasitif, semakin tinggi kapasitansi spesifiknya,” kata Dewan Graphene. 

Ada kebutuhan yang berkembang untuk baterai berkapasitas tinggi yang bisa menahan daya lebih baik sekaligus juga pengisian ulang lebih cepat. Supercapacitors yang mampu melakukan keduanya disebut-sebut menjadi tahap lanjutan dalam evolusi baterai, menurut Science Daily. 

Perbedaan utama antara kapasitor dan supercapacitor normal adalah seberapa cepat mereka menerima dan melepaskan pengisian daya. Supercapacitors juga dapat mencapai 100 kali lebih efisien daripada kapasitor biasa. 

Solusi penyimpanan daya berdasarkan supercapacitors dapat diisi dalam hitungan menit, sementara baterai biasa bisa memakan waktu berjam-jam. Temuan ini menghadirkan terobosan potensial untuk elektronik yang menggunakan baterai untuk memberi daya pada perangkat, yang turut menjadi bagian utama pasar elektronik untuk konsumen seperti saat ini. (lnm).


(kem/okezone)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Video Detik-Detik Terakhir Penantang Maut China Jatuh dari Ketinggian dan Kehilangan Nyawa
Mangkir dari Persidangan, Reza Artamevia hingga Ary Suta Akan Dijemput Paksa?
Sering Transaksi Ganja Kering, Indra Gunawan Diciduk Polsek Bangko
Panglima TNI: Sampai Kapanpun TNI Tidak Pernah Melupakan Para Pejuang dan Senior
Mendagri Beri Penghargaan Kepada Camat dan Sekcam Kandis

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad