Home  / Iptek
Canggih! Empat Mahasiswa UI Bikin Alat Pengukur Risiko Penyakit Diabetes & Jantung
Sabtu, 5 Agustus 2017 | 20:58:34
Foto: Istimewa
Universitas Indonesia.
DEPOK - Mahasiswa Indonesia terus menciptakan inovasi di berbagai bidang. Salah satu bidang yang sedang gencar dilakukan oleh para mahasiswa ini yakni di bidang medis.

Seperti yang sedang dilakukan oleh empat mahasiswa Universitas Indonesia (UI). Mereka menciptakan sebuah perangkat untuk mengukur risiko penyakit jantung koroner dan diabetes dengan teknologi real time.

Perangkat tersebut dinamai Cardium. "Alat ini merupakan hasil karya empat mahasiswa UI yaitu Zackie Alfian Rizaldy, Zackie Alfian Rizaldy, Albertus Hendra, dan Arief Purnama M," kata Kepala Humas dan KIP UI Rifelly Dewi Astuti baru-baru ini.

Ia menjelaskan, inovasi tersebut diciptakan mengingat betapa pentingnya perhitungan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler dan diabetes.

Pengukuran tersebut, kata dia, merupakan salah satu langkah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat atas bahayanya dua penyakit tersebut serta mengoptimalkan layanan kesehatan bagi penderitanya.

Alat besutan mahasiswa UI tersebut, lanjut dia, dilengkapi dengan pengukur tekanan darah, nilai gula darah, dan mikrokontroler arduino.

Alat ini diharapkan mampu mendiagnosis penyakit diabetes dan kardiovaskuler sehingga dapat membuat  penderita cepat-cepat untuk merujuk ke rumah sakit atau ke fasilitas kesehatan lainnya.

"(Alat ini) diharapkan mampu membantu petugas kesehatan di Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular)," imbuhnya.

Para mahasiswa ini juga berharap Cardium garapannya bisa menjadi salah satu solusi bagi masyarakat Indonesia di dalam memenuhi peralatan kesehatan yang praktis, ergonomis, ekonomis, dan dengan metode pengukuran terstandarisasi, sehingga berpotensi untuk mendukung program kesehatan nasional.

Seperti diketahui penyakit kardiovaskuler dan diabetes merupakan salah satu penyebab kematian di Indonesia yaitu sebesar 37 persen untuk penyakit jantung. Sementara penyakit diabetes memakan korban sebesar 6 persen.


(sus/okezone)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Danrem 031/Wirabima Ingatkan Prajurit Agar Selalu Bersyukur
Kabaharkam Pimpin Apel Gelar Personil dan Peralatan Penanggulangan Karhutla di Kampar
Punguan Simataraja Kota Pekanbaru sekitarnya Akan Menggelar Syukuran Ke 39 Tahun
Innalillahi... Mantan Wali Kota Salatiga Meninggal Dunia di Dalam Lapas
2 Jenis Nikmat yang Jarang Disyukuri Manusia

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU