Home  / Iptek
DO YOU KNOW: Waduh, Ternyata Bulan Menjauh 3,7 Cm Tiap Tahunnya dari Bumi
Selasa, 1 Agustus 2017 | 18:16:47
(Foto: NASA)
JAKARTA - Bulan yang Anda lihat pada malam hari ternyata kian menjauh dari Bumi. Menurut salah seorang ilmuwan antariksa, kecepatan Bulan saat menjauh dari Bumi dapat berdampak pada kehidupan. Namun, hal itu dikatakan masih akan terasa hingga miliaran tahun ke depan. 

Bulan diketahui terbentuk dari proto-planet seukuran Mars yang bertabrakan dengan Bumi sekira 4,5 miliar tahun lalu. Pecahan yang diakibatkan dari tabrakan tersebut bersatu dan membentuk Bulan. Berdasarkan simulasi teknologi komputer, sistem bulan dengan Bumi tak berubah hingga abad ke-21.

Simulasi itu juga menunjukkan waktu transformasi di mana Bulan memiliki jarak yang lebih dekat dengan Bumi sekira 22,500 km. Saat ini bulan diketahui memiliki jarak dengan Bumi sejauh 402.336 km. 

Dilansir dari BBC, Selasa (1/8/2017), bulan diketahui terus bergerak menjauh dari Bumi. Setiap tahunnya, benda yang disebut sebagai Satelit Bumi itu menjauh sebanyak 3,78 cm tiap tahunnya. Kecepatan perpindahannya dikatakan sama seperti pertumbuhan kuku. 

Dampak menjauhnya bulan dari Bumi, akan mengakibatkan Bumi menjadi melambat dan tak stabil. Hanya saja prosesnya baru akan terasa pada miliaran tahun ke depan, atau bahkan tak pernah terjadi sama sekali. Migrasi ini sendiri diakibatkan oleh pasang surut Bumi. 

Bulan mengorbit di atas Bumi melalui gaya gravitasi. Namun ternyata bulan juga memiliki dampak kepada Bumi yakni menyebabkan pergerakan lautan bergejolak dan pasang surut.

Meski demikian, karena Bumi berotasi, pasang surut itu juga memberikan energi kepada bulan dan mendorongnya ke orbit yang lebih tinggi. Sementara untuk sepanjang 3.78cm mungkin tak akan terihat jelas. Perbedaan kecil ini dalam jangka waktu yang cukup lama dapat mempengaruhi kehidupan di Bumi, membuat planet ini melambat. 

Jika benar-benar berubah dan Bumi menjadi tidak stabil, maka sebagian dunia dapat mengalami kenaikan suhu jauh lebih besar daripada yang kita rasakan selama bebera tahun terakhir. Suhu Arktik yang membekukan di musim dingin akan diikuti oleh suhu panas yang menghebat di musim panas.



(kem/okezone)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Menakjubkan! Fenomena Air Memancar dari Bumi Dijelaskan Alquran dan Sains
Enak Didengar, Belum Tentu Artinya Baik, Hindari Nama-Nama Ini untuk Anak!
Subhanallah, Alquran dan Sains Jelaskan Akhir Kehidupan Bulan pada Hari Kiamat
Subhanallah, Ini Penjelasan Hadits soal Fenomena Gerhana Bulan
Jadi Pembina Upacara Kasat Binmas Polresta Pekanbaru Himbau Hindari Narkoba

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU