Home  / Internasional
Rekaman Pembunuhan Jamal Kashoggi Mengerikan, Erdogan: Intelijen Saudi Juga Terkejut
Selasa, 13 November 2018 | 18:58:17
(Foto: Istimewa)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
ISTANBUL - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa otoritas intelijen Arab Saudi juga ikut terkejut setelah mendengar rekaman pembunuhan terhadap wartawan Arab Saudi, Jamal Kashoggi. Bahkan Erdogan menyebut isi rekaman tersebut sangat mengerikan.

Seperti dilansir Hurriyet Daily News dan Reuters, Selasa, (13/11/2018), Erdogan juga menyerukan kepada otoritas Saudi untuk mengambil tindakan konkret terhadap pelaku pembunuhan Khashoggi.

"Semua pihak yang meminta, telah mendengarkan rekaman audio pembunuhan ini. Badan intelijen kami tidak menutupi apapun. Selain Arab Saudi, Amerika Serikat, Prancis, Kanada, Jerman dan Inggris telah mendengarkan rekaman ini," tegas Erdogan.

"(Isi) Rekaman ini sungguh mengerikan. Bahkan, pejabat intelijen Saudi terkejut saat dia mendengarkan rekaman ini, dia berkata 'Pria ini (pelaku-red) mungkin menggunakan heroin, hanya pria dengan heroin yang bisa melakukan hal seperti itu'," imbuh Erdogan kepada wartawan usai kembali dari Paris, Prancis.

Saat ditanya lebih lanjut bagaimana reaksi pejabat intelijen Saudi saat mendengarkan rekaman pembunuhan Saudi, Erdogan kembali menyebut bahwa mereka sangat terkejut.

"Iya. Pria itu (pejabat Saudi-red) terkejut ketika dia mendengarkannya. Ada semacam realitas soal ini. Ada orang-orang yang berupaya memutarbalikkan kebenaran ini, terlepas apapun faktanya," ujar Erdogan.

Selain itu, Erdogan menyebut Jaksa Agung Saudi yang beberapa waktu menemui dirinya di Istanbul terkesan menunda-nunda penyidikan. Padahal kata Erdogan, sudah ada bukti dan informasi yang sangat kuat soal pembunuhan terhadap Kashonggi.

"Putra Mahkota berkata 'Saya ingin membuat terang insiden ini dan akan melakukan apapun yang diperlukan.' Dia memberitahu utusan khusus saya. Kita menunggu dengan sabar," kata Erdogan.

Erdogan menambahkan, Turki akan terus menindaklanjuti kasus Khashoggi dan terus menanyakan soal keberadaan jenazah Khashoggi. Erdogan kembali menyatakan keyakinan bahwa pelaku pembunuhan Khashoggi ada di antara 18 orang yang kini ditahan Saudi.

"Pelaku tentu di antara 18 orang ini. Siapa lagi? Orang yang memberikan perintah. Seperti saya katakan sebelumnya, terlepas dari para pelaku, orang yang memberikan perintah kepada mereka harus ditemukan," tandas Erdogan.

(jarrak.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Sesuai Surat BKN, Bupati Kuansing Segera Eksekusi ASN Terpidana Korupsi
IHDN Denpasar Gelar Workshop Penulisan Artikel Bereputasi dan Buku Ber-ISBN
Kemenag Usul Batas Usia Perempuan Menikah 19 Tahun
Pelaku Pembakaran Masjid di Bogor Alami Gangguan Mental
Dukung Penelitian, Bakamla RI Kunjungan Kerja Ke Japan Coast Guard

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad