Home  / Internasional
Erdogan, Lira Ambruk dan Serangan Panggilan Shalat
Selasa, 21 Agustus 2018 | 06:42:22
Foto: EPA
Recep Tayyip Erdogan
Erdogan menilai tujian dari krisis mata uang adalah membuat Turki bertekuk lutut.

ISTANBUL - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin mengatakan serangan terhadap ekonomi Turki tidak ada bedanya dengan serangan terhadap benderanya atau panggilan shalat. 

Di dalam pidato yang telah direkam sebelumnya untuk memperingati Idul Adha, yang dimulai pada Selasa, Erdogan mengatakan tujuan dari krisis mata uang ialah membuat "Turki dan rakyatnya bertekuk lutut".

Lira Turki telah merosot sebesar 40 persen tahun ini, akibat kekhawatiran mengenai pengaruh Erdogan dalam kebijakan moneter dan memburuknya pertikaian diplomatik dengan Amerika Serikat.

Aksi jual telah menyebar ke pasar lain mata uang yang baru muncul dan saham global dalam beberapa pekan belakangan.

"Serangan terhadap ekonomi kita tentu saja tak memiliki perbedaan dengan serangan terhadap panggilan shalat dan bendera kita. Tujuan sama. Sasarannya ialah membuat Turki dan rakyat Turki bertekuk lutut, untuk membuatnya jadi tahanan," kata Erdogan di dalam pidato yang ditayangkan televisi, sebagaimana dikutip Reuters, Senin malam.

"Mereka yang mengira mereka dapat membuat Turki menyerah pada nilai tukar akan segera melihat bahwa mereka keliru," katanya.

Namun Erdogan tak sampai secara langsung menyebutkan nama negara atau lembaga tertentu. Meskipun pada masa lalu telah menuding pemodal dan lembaga rating Barat sebagai penyebab aksi jual mata uang. Erdogan juga kerap menyalahkan AS yang melancarkan perang dagang ke Turki. 

Sementara itu, di tengah masa hubungan tegang antara Ankara dan Washington, beberapa tembakan dilepaskan pada Senin dari satu kendaraan ke Kedutaan Besar AS di Ibu Kota Turki, Ankara, tapi tak merenggut korban. Polisi masih menyelidiki kasus ini.

Hubungan AS dan Turki memanas menyusul penahanan pastor Andrew Brunson yang dinilai terlibat dalam gerakan Fetullah Gulen. Gerakan ini dituding berada di balik upaya kudeta Erdogan. AS meminta Brunson dibebaskan, tapi Ankara menolaknnya.

Pengadilan Turki pada Jumat menolak permohonan pastor Amerika agar dibebaskan. Hal itu kian  menyulut kecaman keras dari Presiden AS Donald Trump yang mengatakan takkan berdiam diri.

Sumber : Antara

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
TNI Peduli Bantu Program Pemerintah Berantas Narkoba di Kalangan Pelajar
Letkol Inf Abdul Hamid, S.I.P Pejabat Kasilog Korem 031/WB Yang Baru
Asing Boleh Terlibat UMKM, Maruarar Kritik Tajam Menko Darmin
Sengaja Tak Halau Bola, Tanda Thailand Bantu Indonesia Lolos Fase Grup Piala AFF?
Kasihan, Sepekan Menjelang Masuk Bui Kesehatan Baiq Nuril Perekam ‘Percakapan Mesum Kepsek’ Mulai Menurun

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad