Home  / Internasional
Di-Bully karena Masih Perawan, Mantan Pemandu Sorak Gugat Bekas Tempat Kerjanya
Minggu, 15 April 2018 | 06:27:29
(Foto: Instagram)
Kristan Ann Ware langsung keluar karena merasa risih keperawanannya dipermasalahkan
MIAMI - Seorang perempuan mantan anggota pemandu sorak klub Miami Dolphins mengajukan gugatan hukum terhadap bekas tempatnya bekerja dahulu. Sebab, perempuan itu merasa menjadi korban perundungan atau bullying karena iman yang dianutnya serta masih perawan.

Perempuan bernama Kristan Ann Ware itu mengaku langsung keluar dari tim pemandu sorak pada 2016 usai wawancara dengan Direktur Pemandu Sorak Miami Dolphins. Sebab, wawancara itu membahas tentang pengalaman seksualnya selama hidup.

Perempuan berusia 27 tahun itu bukan orang pertama yang keluar dari tim pemandu sorak karena terlibat masalah. Seorang mantan anggota New Orleans Saints mengklaim dirinya dipecat karena unggahan di media sosial.

Ware mengatakan, gugatan yang diajukan ke Komisi Tinggi Florida untuk Hubungan Manusia itu jangan dipandang sebagai serangan terhadap klub sepakbola Amerika tersebut. Ia mengaku hanya ingin ada lingkungan kerja yang nyaman bagi anggota pemandu sorak.

“Saya tidak menentang mereka. Saya hanya ingin ada tempat yang lebih baik bari para pemandu sorak,” urai Kristan Ann Ware, mengutip dari BBC, Minggu (15/4/2018).

Ia keluar dari tim pemandu sorak setelah bekerja selama tiga tahun. Ware mengatakan, insiden yang terjadi dalam perjalanan menuju Stadion Wembley, Inggris, pada musim gugur 2015 menjadi pemicunya.

Ketika itu, para pemandu sorak diminta memutar lagu yang dipakai untuk menaikkan gairah seksual. Kristan Ann Ware pun tidak luput dari permintaan itu. Namun, ia mengaku bahwa dirinya masih perawan alias belum pernah berhubungan seksual.

“Kristan mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa dia memilih untuk menunggu hingga menikah karena memiliki hubungan personal yang baik dengan Tuhan,” ujar pengacaranya, Sara Blackwell.

Kristan lantas dipanggil oleh Direktur Pemandu Miami Dolphins, Dorie Grogan, dalam review tahunan sebagai syarat agar seorang pemandu sorak kembali dipekerjakan. Menurut pengakuan Ware, dirinya diminta untuk tidak lagi membahas masalah keperawanan tersebut oleh Dorie. Ia memutuskan untuk keluar tidak lama kemudian.

Pihak Miami Dolphins mengaku memiliki komitmen serius dalam menyediakan lingkungan kerja yang memadai bagi semua karyawan yang terlibat dalam klub. Dalam pernyataan resminya, klub berlogo ikan lumba-lumba itu mengklaim punya standar yang sama bagi seluruh karyawan dan tidak ada diskriminasi berdasarkan gender, ras, atau keyakinan seseorang.


(okezone.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Kisah Dokter yang Ditolak Kerja karena Berhijab
Babinsa Koramil 10/Perawang Hadiri Kegiatan Bakti Sosial Di PT Gagas Energi Indonesia
Pemprov Riau Tembus Akses Pekanbaru - Perawang Via PT SIR
Butuh Uang Banyak, Yulia Nekat Jual Keperawanan Seharga Rp25 Juta
TK Annajiha Kunjungi Koramil 10 Perawang

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad