Home  / Internasional
Jenderal di China Bunuh Diri Setelah Terlilit Kasus Korupsi
Selasa, 28 November 2017 | 16:21:04
(Foto: Reuters)
Zhang Yang, jenderal di China yang ditemukan tewas akibat bunuh diri.
BEIJING - Seorang Jenderal China, Jenderal Zhang Yang, yang menghilang dari muka publik saat di bawah penyelidikan korupsi ditemukan tewas di rumahnya di Beijing. Kematiannya tersebut diperkirakan akibat bunuh diri.

Menurut laporan Komisi Militer Pusat China, Jenderal Zhang Yang melakukan bunuh diri pada 23 November. Sebuah kantor berita negara tersebut mengatakan Zhang tinggal di rumah saat dia ditanyai terkait tuduhan korupsi.

Jenderal berusia 66 tahun tersebut pernah menjadi direktur departemen politik Tentara Pembebasan Rakyat. Ia menghilang dari pandangan publik lebih dari dua bulan yang lalu di tengah tindakan keras terhadap korupsi oleh Presiden China Xi Jinping. Selain Zhang, Jenderal Fang Fenghui, bintang yang sedang naik daun di militer China, juga lenyap dari pandangan publik.

Kasus bunuh diri oleh pejabat tinggi semacam itu sangat tidak biasa. Tindakan bunuhan diri dari Jenderal Zhang Yang juga belum begitu jelas apakah memang imbas dari kampanye anti-korupsi Presiden Xi Jinping. Presiden Negeri Tirai Bambu tersebut telah menggunakan kampanye tersebut untuk menyingkirkan puluhan jenderal dan memperketat penguasaannya atas militer.

Dilansir dari New York Times, Selasa (28/11/2017), Jenderal Zhang dilaporkan melakukan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius dan dicurigai melakukan kejahatan penyuapan serta sejumlah besar aset di mana sumbernya tidak diketahui.

Pada saat kematiannya, Zhang sedang diselidiki atas hubungannya dengan Guo Boxiong dan Xu Caihou, dua komandan tertinggi angkatan darat yang sejauh ini tengah ditindak keras oleh Presiden Xi Jinping.

Guo mendapat hukuman seumur hidup setelah sebuah pengadilan militer mendapati dia bersalah karena menerima suap sebagai imbalan atas pemberian promosi. Xu meninggal pada 2015 karena kanker kandung kemih sambil menunggu sanksi atas tindakan korupsi.

"Melakukan bunuh diri untuk menghindari hukuman dari partai dan undang-undang negara, tindakan Zhang Yang sangat keji," ungkap salah seorang warga yang mem-posting pendapatnya di akun media sosial.

Presiden Xi Jinping melakukan tindakan keras untuk memodernisasi Tentara Pembebasan Rakyat dengan membersihkannya dari korupsi dan meningkatkan profesionalisme korps perwira. Presiden mengganti jenderal yang tua dengan perwira yang lebih muda untuk mendukung perubahan.

Namun, pemindahan pemimpin senior seperti Zhang dan Fang juga memperkuat cengkeraman Presiden Xi Jinping pada militer yang membuatnya untuk dapat mengganti komandan yang lebih setia kepadanya dan visinya.

(pai)


(rfa/okezone)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Setya Novanto Resmi Mundur, Pimpinan Segera Tunjuk Plt Ketua DPR
Video Detik-Detik Terakhir Penantang Maut China Jatuh dari Ketinggian dan Kehilangan Nyawa
Diungkap Jaksa, Ini Deretan Nama yang Diuntungkan Andi Narogong dari Proyek E-KTP
Kejati Riau Tahan Dwi Agus Sumarno Tersangka Dugaan Korupsi RTH Pekanbaru
Kantongi 19 Paket Sabu, Tiga Pemuda Simpang Kubu Kampar Ditangkap

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad