Home  / Internasional
Saksi Teror di Barcelona: Semua Orang Histeris, Seorang Ibu Berteriak Mencari Anaknya
Jumat, 18 Agustus 2017 | 17:28:11
(Foto: BBC)
Rektor Glasglow University Aamer Anwar menjadi saksi mata teror di Barcelona.
BARCELONA - Rektor Glasgow University, Aamer Anwar, sedang berada di Barcelona, Spanyol, untuk suatu keperluan. Petang itu, ia berjalan menikmati suasana sore di Alun-Alun Catalunya sambil mencari pernak-pernik klub bola FC Barcelona, pesanan anaknya.

Tiba-tiba, bang! Suara keras memecah konsentrasi Anwar. Ribuan turis yang memenuhi landmark Kota Barcelona di sore musim panas yang cerah tersebut sontak histeris dan lari lintang pukang ke segala arah.

"Saya baru berjalan sekira 10 detik dan lalu mendengar suara tabrakan. Saya mendengar orang-orang berteriak, lalu melihat ratusan orang berlari ke sana kemari. Bahkan, seorang ibu berteriak histeris mencari anaknya," ujar Anwar, seraya menambahkan ia beruntung sang putra yang berusia 9 tahun tidak sedang bersamanya kala itu.

Anwar menyampaikan, ia melihat seorang polisi merangkul perempuan itu dan membawanya ke tempat yang lebih aman. Pengacara hak asasi manusia (HAM) itu mengapresiasi respons cepat para petugas penyelamat.

"Para polisi amat cepat tiba di lokasi, sedangkan respons petugas darurat juga sangat luar biasa. Mereka berlari menerjang bahaya," imbuh Anwar.

Ternyata, suara tabrakan yang didengar Anwar adalah momen saat sebuah van menabrakkan diri ke kerumunan turis di Alun-Alun Catalunya. Polisi mencatat, setidaknya 13 orang meninggal dunia dan lebih dari 100 orang terluka dalam insiden itu.

Berbicara pada program Selamat Pagi Skotlandia, di Radio BBC, seperti disitat BBC, Jumat (18/8/2017), Anwar menjelaskan, Kota Barcelona langsung ditutup usai kejadian.

"Hotel saya hanya lima menit dari Las Ramblas (distrik lokasi Alun-Alun Catalunya-red), namun saya butuh lima jam untuk kembali ke hotel tadi malam," kata Anwar.

Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, menyebut insiden ini sebagai "serangan jihad". Ia mengumumkan tiga hari masa berkabung. Selain itu, akan ada momen mengheningkan cipta selama satu menit pada Jumat waktu Barcelona.

Menteri Utama Skotlandia, Nicola Sturgeon, mendeskripsikan insiden tersebut sebagai sesuatu yang "mengerikan". Dalam akun Twitter-nya, Sturgeon menulis, "Doa saya bersama mereka yang terdampak pada serangan mengerikan dan tanpa perasaan di Barcelona."

Polisi telah menghubungkan insiden itu dengan peristiwa ledakan rumah di Alcanar, Spanyol, pada Rabu 16 Agustus malam. Ledakan itu menyebabkan sebagian gedung runtuh, menewaskan satu orang dan melukai penghuni lainnya.

Kelompok teroris ISIS mengklaim bertanggung jawab atas insiden ini. Polisi Barcelona telah menangkap sedikitnya tiga orang yang terduga terkait teror ini. Kedua orang yang ditahan terkait insiden di Alun-Alun Catalunya, kata polisi, ditangkap di kota yang sama dengan tempat kejadian ledakan rumah tersebut. Polisi juga menembak mati empat orang di wilayah Cambrils, Spanyol, karena diduga terlibat serangan maut itu.


(rfa/okezone)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Kepergok Bakar Markas Polres, Dua Terduga Teroris Ditembak Mati di Sumbar
Kasau: Faktor Ekonomi dan Kemiskinan Tidak Selalu Jadi Penyebab Aksi Terorisme
Densus 88 Tangkap Lima dari 9 Terduga Teroris di Riau
Densus 88 Amankan 2 Terduga Teroris di Perumahan Pandau Permai
Serangan 9/11 Dirancang dari Tel Aviv?

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad