Home  / Hukrim
Peras PT Jatim, Polres Rokan Hilir Tangkap Pengacara
Selasa, 16 Oktober 2018 | 12:36:56
riaueditor
YZ saat diamankan di Mapolres Rohil.
PEKANBARU, riaueditor.com - Seorang pengacara berinisial YZ ditangkap aparat Satuan Reskrim Polres Rokan Hilir, karena diduga melakukan pemerasan terhadap PT Jatim Jaya Perkasa yang beroperasi di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

YZ semestinya diagendakan beracara di sidang dugaan pencemaran nama di Pengadilan Negeri Pekanbaru. 

Kapolres Rokan Hilir AKBP Sigit Adiwuryanto kepada riaueditor.com, Selasa (16/10/2018) membenarkan penangkapan terhadap oknum pengacara tersebut. 

Informasi yang dihimpun, YZ merupakan salah satu tim pengacara seorang wartawan bernama Toro, yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan pencemaran nama baik Bupati Bengkalis Amril Mukminin di Pengadilan Negeri Pekanbaru. ‎

Namun, saat sidang dijalankan Toro pada Senin (15/10/2018), dia tanpa didampingi YZ, pengacaranya. 

"Pelaku YZ bersama temannya FZ diamankan berikut barang bukti uang sebesar Rp10 juta yang tersimpan dalam amplop putih. Uang itu diduga hasil memeras perusahaan," ujar Sigit.

Disebutkan Sigit, kedua pelaku diduga terlibat dalam upaya pemerasan kepada sebuah perusahaan PT Jatim Jaya Perkasa yang beroperasi di wilayah Rokan Hilir. 

Pelaku YZ diduga melakukan pemerasan diawali dengan cara mengerahkan sejumlah karyawan untuk melakukan aksi demonstrasi pada 8 Oktober lalu. 

Karyawan perusahaan yang diduga dimobilisasi oleh YZ tersebut tergabung dalam serikat pekerja perusahaan itu. Sementara Hasfiandi, selaku perwakilan perusahaan berupaya menanyakan kepada terlapor maksud dan tujuan aksi unjuk rasa tersebut.

"YZ menyatakan bahwa unjuk rasa itu bisa dihentikan, dengan catatan Hasfiandi bersedia menyetorkan uang sebesar Rp50 juta," kata Sigit.

Permintaan YZ dianggap berlebihan, sehingga membuat Hasfiandi yang juga sebagai pelapor dalam perkara tersebut tidak menyetujuinya. 

Namun, pada keesokan harinya YZ kembali diduga memobilisasi massa untuk melakukan aksi yang sama. 

Kondisi tersebut yang membuat pihak perusahaan berpikir ulang untuk menyetor uang permintaan YZ. Namun, perusahaan tidak tinggal diam dan terlebih dahulu berkoordinasi dengan kepolisian sebelum menyerahkan sejumlah uang yang diminta YZ. 

Polres Rohil yang memperoleh informasi itu selanjutnya melakukan penyelidikan dugaan pemerasan tersebut. 

Tanpa kesulitan berarti, polisi berhasil menangkap YZ saat menerima uang yang dibungkus amplop putih sebesar Rp10 juta. 

"Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan dan mendalami kasus tersebut," kata Sigit. (ds) 


Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Operasi Zebra Muara Takus 2018 Berakhir, 1.757 Pelanggar Lalu Lintas Ditilang
Kembali Beroperasi 2019, Merpati Airlines Gunakan Pesawat Buatan Rusia
Kapolres Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Muara Takus 2018
Polres Rohil Gelar Apel Pasukan Operasi Zebra Muara Takus 2018
Bakamla RI bersama Malaysia Tuntaskan Operasi Malindo

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad