Home  / Hukrim
Eni Saragih Sebut Putra Setnov yang Memfasilitasi Pertemuannya dengan Johanes Kotjo
Kamis, 11 Oktober 2018 | 16:02:40
(Foto: Heru Haryono/Okezone)
Tersangka korupsi PLTU Riau-1, Eni Maulani Saragih.
JAKARTA - Mantan anggota Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih, menyebut putra sulung Setya Novanto, Rheza Herwindo ,‎yang memfasilitasi pertemuannya dengan bos Blackgold Natural Resources Limited, Johanes Budisutrisno Kotjo. Pertemuan itu berlangsung di Hotel Fairmont, Jakarta.

Hal tersebut diungkapkan Eni Saragih saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek pembangunan PLTU Riau-1 untuk terdakwa Johanes Budisutrisno Kotjo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).

"Waktu itu ada saya, ada anaknya Pak Novanto, Rheza namanya, dia menyambungkan yang buat pertemuan di Hotel Fairmont," kata Eni saat menjawab pertanyaan Jaksa.

Awalnya, Eni mengaku dipanggil oleh mantan Ketua Fraksi Golkar di DPR RI, Setya Novanto ke ruangannya untuk meminta bantuan mengawal proyek PLTU Riau-1. Dalam ruang kerja Setnov, terdapat Rheza Herwindo dan beberapa tim dari Eni Saragih.

Eni menyebut Setnov yang meminta dirinya untuk membantu anaknya mengawal proyek Johanes Kotjo. Proyek yang dimaksud tersebut ialah pembangunan PLTU Riau-1.

‎"Saya datang dengan orang saya, di situ ada Pak Nov dan anaknya. Saya makan siang bareng. Terus Pak Nov bilang, bantu anaknya kalau bisa kenal dengan Pak Kotjo," ujar Eni.

Kemudian, Eni berhasil bertemu dengan Kotjo di Hotel Fairmont. Eni menyebut pertemuan tersebut berhasil karena adanya peran dari Rheza Herwindo. Dalam pertemuan itu, Eni dan Kotjo mulai membahas proyek PLTU Riau-1.

"Pertama kali bertemu memang tidak spesifik kawal proyek PLTU ini. Pak kotjo pengusaha besar memang ada beberapa proyek Pak kotjo di PLN. PLN terkait PLTU," katanya.

Dalam perkara ini, Johanes Budisutrisno Kotjo didakwa oleh Jaksa pada KPK menyuap mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih dan mantan Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham sebesar Rp4.750.000.000.

Menurut Jaksa, uang yang diberikan Johanes Kotjo kepada Eni Saragih bertujuan agar perusahaannya mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP)‎ PLTU Riau-1. Proyek tersebut merupakan kerjasama antara PT PJBI, Blackgold Natural Resources Limited, dan China Huadian Engineering Company.

Atas perbuatannya, Johanes Kotjo didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP‎.


(okezone.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Eni Sebut Suap PLTU Dipakai Kegiatan Selain Munaslub Golkar
Pelatih Australia U-19 Kritik Lapangan dan Makanan Indonesia
Piala Asia U-19: Aksi Nyeleneh Pelatih Qatar Buat Indra Sjafri ‘Berang’
Ridwan Kamil Kaji Ulang Proyek Meikarta
Marquez Juara Dunia MotoGP 2018, Crutchlow Diyakini Punya Peran Penting

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad