Home  / Hukrim
Modus pura-pura menjadi korban Perampokan
Suami di Dumai Bunuh Istrinya Karena Kesal Sering Dimarahi
Kamis, 4 Oktober 2018 | 17:26:43
ilustrasi
PEKANBARU, riaueditor.com – Entah setan apa yang merasuki pikiran Sopan Sofiyan (23), ia tega menghabisi nyawa istrinya Niah (26) hanya lantaran kesal karena sering dimarahi. 

Dia mengaku kerap bertengkar dengan sang istri dan diusir dari rumah mereka yang berlokasi di Jalan Pinang Merah, Kelurahan Bukit Kayu Kapur, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, Provinsi Riau. 

"Petugas berhasil menangkap Sofiyan dan menyita sejumlah barang bukti tindak kejahatan. Seperti bantal yang digunakan untuk membekap wajah korban hingga tewas," ujar Kapolres Dumai AKBP Restika Pardamean Nainggolan Kamis (4/10/2018).

Kepada polisi, Sofyan mengaku gelao mata lantaran tak sanggup menahan emosinya dan kemudian nekad menghabisi nyawa istrinya.

Dalam aksinya, Sofiyan pun membuat skenario dengan berpura-pura terjadi perampokan di rumahnya. Lalu pada Senin (1/10/2018) dini hari, ia mendatangi kamar istrinya dengan membawa bantal.

"Pelaku lalu menutupi wajah istrinya dengan batal sampai kehabisan nafas. Tak sampai di situ, Sofiyan kemudian mencekik leher istrinya," kata Restika.

Agar aksinya tidak ketahuan, ia lalu mengabarkan kepada tetangga bahwa Nia menjadi korban perampokan.

Seluruh perhiasan emasnya yang ada ditubuh istrinya dilucuti. Termasuk dua telephon genggam sang istri. 

"Pelaku juga merusak ensel jendela. Sehingga terkesan maling masuk lewat situ. Selain itu pelaku juga membenturkan keningnya di tembok. Membuat kebohongan seakan dirinya dipukul rampok," ucap Restika.

Sofiyan juga tak lupa mengikat kaki dan melakban mulutnya sendiri agar seolah-olah jadi korban perampokan. Namun akhirnya kebohongan pelaku terbongkar dengan mudah.

Aparat kepolisian yang melakukan olah tempat kejadian (TKP) sejak awal curiga jika itu semua rekayasa.

"Petugas sudah feeling sejak olah TKP, apalagi kematian korban mencurigakan, seperti bukan korban perampokan," terang Restika.

Dijelaskan Restika, selain curiga dengan kematian Niah yang tak seperti akibat dibunuh perampok, polisi juga merasa janggal dengan cara Sofiyan mengikat kakinya. 

"Pelaku hanya mengikat kakinya saja, sedangkan tangannya tidak diikat. Setelah kita interogasi dan dari hasil olah TKP, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya jika dialah yang telah membunuh istrinya sendiri," ungkap mantan Kapolres Siak itu. 

Atas perbuatan, Sofyan diancam dengan Pasal 340 KUHP karena melakukan pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (ds) 

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Kesal Dimintai Uang, Suami di Rohul Tega Bunuh Istrinya
Tabrakan Beruntun di Fly Over Jalan Sudirman Pekanbaru, Lima Unit Kendaraan Ringsek
Guru SMPN di Inhil Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh Diri
Cemburu Buta, Suami Bantai Selingkuhan Istrinya hingga Tewas
Tiga Pria di Pekanbaru Ini Tertangkap Sedang Bawa 4,5 Kg Sabu dan 3.009 Butir Ekstasi

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad