Home  / Hukrim
Cabuli 9 Bocah SD, Petani Gaek di Kuansing Diciduk Polisi
Senin, 16 April 2018 | 19:15:47
riaueditor
Pelaku saat diamankan
PEKANBARU, riaueditor.com - Pria gaek berinisial M (57), warga Desa Bandar Alai Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Sengingi, Riau, diciduk polisi. 

Petani itu diciduk polisi di rumahnya lantaran diduga telah mencabuli 9 bocah Sekolah Dasar (SD).

Kapolres Kuansing AKBP Fibri Karpiananto SIK mengatakan, tersangka telah diamankan karena perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur dengan paksaan dan ancaman.

Perbuatan bejat tersangka dilakukannya pada Maret lalu dan baru terungkap saat ini.

 "Semua korbannya ada 9 orang dan yang telah melaporkannya ke Polsek Kuantan Tengah ada 4 orang, karena orang tua korban lainnya masih berada di kebun," kata Fibri, Senin (16/4/2018).

Perbuatan cabul tersebut dilakukan tersangka terhadap para korban di rumahnya Desa Bandar Alai Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Sengingi.

Selama ini para korbannya tak berani mengadukannya ke orang tua mereka, karena takut ancaman pelaku.

Perbuatan bejat tersangka akhirnya, diketahui oleh warga pada Sabtu (14/4/2018) siang, yang kemudian menceritakannya kepada salah seorang orang tua korban.

Tetangga salah satu korban berinisial D, lalu memberi tahu kepada ibu korban bahwa anaknya telah dicabuli oleh M. Selanjutnya ibu korban menanyakan kepada anaknya, apa yang telah dilakukan pelaku. Korban pun bercerita bahwa pada Maret lalu diajak pelaku ke rumahnya dan pelaku mencabuli korban dengan paksaan dan ancaman," ungkap Fibri.

Mendengar pengakuan tersebut, ibu korban pun emosi. Tak terima atas kejadian itu, ibu korban kemudian melaporkan kasus pencabulan itu ke Polsek Kuantan Tengah.

"Petugas Polsek Kuantan Tengah yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan dan membekuk pelaku dirumahnya," ujar Fibri.

Tak hanya sampai di situ, petugas Polsek Kuantan Tengah selanjutnya melakukan pengembangan dan mencari tahu korban lainnya.

Diketahui ada 9 bocah yang telah menjadi kebringasan seksual pelaku. Namun, baru 4 korban yang telah melaporkan kejadian tersebut, setelah korban pertama melapor.

"Pelaku dijerat dengan Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun," pungkas Fibri. (ds)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Gagal di Pilkada, PDIP Dorong Djarot, Anton Charliyan dan Puti Guntur Nyaleg
KPU Siak Terima 528 Bacaleg dari 16 Partai Peserta Pemilu 2019
Kurniawan Bacaleg Termuda, PSI Pekanbaru Daftarkan 45 Bacaleg ke KPU Pekanbaru
PDIP Resmi Daftarkan 45 Bacalag ke KPU Kampar
40 Bacaleg Demokrat Rohul Resmi Daftar ke KPU

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad