Home  / Hukrim
Kejari Inhu Tegaskan Lelang Barang Sitaan Melalui Online
Senin, 29 Januari 2018 | 21:37:03
zap/riaueditor.com
Penjelasan Kasi Intel Kejari Inhu Wisnu Nugroho Pujoyono SH yang didampingi Kasi Pidum Kejari Inhu Nur Winardi SH, Kasi Datun Hendri Lubis SH, dan Kasubbag Bin Benni Yarbert SH kepada Ichwan Siregar, Senin (29/1/2018).
RENGAT, riaueditor.com - Semua barang bukti yang dirampas untuk Negara (Disita) sistim pelelangannya dilakukan secara online, sehingga semua masyarakat yang berkenan untuk memiliki barang yang dilelang dapat mengikutinya secara online.

"Dengan demikian kepanitiaan lelang barang rampasan untuk Negara itu tidak akan bisa dilakukan pengkondisian untuk memenangkan seseorang, dan atau pihak Kejaksaan mengkondisikan seseorang untuk memenangkan lelang itu, itu semua omong kosong dan tidak benar," kata Kajari Inhu, Supardi SH melalui Kasi Intel Kejari Inhu Wisnu Nugroho Pujoyono SH yang didampongi Kasi Pidum Kejari Inhu Nur Winardi SH, Kasi Datun Hendri Lubis SH, dan Kasubbag Bin Benni Yarbert SH.

Hal ini terkait dugaan penipuan yang dilakukan Wendra dan Amrin Siregar saat menemui Ichwan Siregar untuk mengkondisikan lelang Truck Colt Diesel yang dirampas untuk Negara bisa dimenangkan oleh si pemilik truck tersebut.

"Truck Colt Diesel BH 8468 EU merupakan barang yang dirampas untuk Negara, saat ini memang belum dilakukan pelelangan, dan masih dititipkan (Disimpan) di Rubasan Rengat," katanya Senin (29/1) di kantor Kejari Inhu.

Penegasan ini disampaikan Wisnu Nugroho, Nur Winardi, Hendri Lubis dan Benni Yarbert secara bergantian kepada Ichwan Siregar dihadiri awak media ini, terkait dugaan penipuan yang dialami Ichwan Siregar. 

Ichwan merasa jadi korban penipuan oleh yang mengaku bernama Wendra dari Pekanbaru bersama Amrin Siregar warga Belilas. Ichwan menyerahkan uang tunai sebesar Rp 15 juta sementara urusan untuk pengeluaran truck colt diesel itu tidak kunjung kesampaian.

Menurut Wisnu Nugroho, Truck Colt Diesel BH 8468 EU merupakan kasus illegal loging tahun 2017 lalu, tersangkanya sudah menjalani hukuman penjara, sedangkan truck colt diesel yang digunakan sebagai angkutan illegal loging tersebut dirampas untuk Negara, yang tentunya akan dilakukan pelelangan dan hasil lelang tersebut adalah masuk ke kas Negara.

Dalam proses lelang barang rampasan Negara itu ada aturan mainnya, yakni adanya kepanitiaan lelang, sistim lelang dilakukan secara terbuka untuk umum melalui online, siapapun yang berkenan silahkan saja untuk mengikutinya dalam proses pelelangan itu. Dan tidak akan bisa dilakukan pengkondisian. 

“Apanya yang mau dikondisikan sedangkan proses lelang dilakukan secara online, tidak ada yang bisa dikondisikan dalam pelelangan barang rampasan Negara itu," tegas Wisnu.

Ichwan Siregar dalam penjelasannya di depan sejumlah Jaksa di ruang Kasi Intel Kejari Rengat, Senin (29/1) mengatakan, dia beberapa hari lalu ditemui oleh Wendra dan Amrin Siregar di kediamannya di Desa Pengalihan Kecamatan Keritang, Inhil. Wendra dan Amrin meminta uang Rp 20 juta untuk pengurusan pengeluaran truck colt diesel yang sudah dirampas untuk Negara itu, namun Ichwan Siregar tidak memiliki uang sebanyak itu, yang ada hanya Rp.15 juta.

Menurut Ichwan Siregar, uang yang dimintakan Wendra dan Amrin itu kegunaannya untuk pengurusan pengeluaran truck dari Rubasan, namun setelah ditunggu hingga 2 minggu, truck yang dijanjikan tak kunjung datang. Ichwan Siregar kemudian meminta uangnya kembali, namun Wendra hanya mengembalikannya Rp.7 juta saja, sedangkan yang Rp.1 juta untuk Amrin Siregar dan Rp.7 juta lagi habis untuk biaya makan minum, alasanya.

Rencananya Ichwan Siregar akan melaporkannya ke penyidik Polres Inhu terkait hal penipuan yang dialaminya, namun dia masih akan mengkonsultasikannya kepada keluarga, hal itu dikarenakan masih ada kaitannya masalah utang piutang dengan Amrin Siregar yang meminjam uangnya sekitar Rp 10 juta.

Wendra kembali dikonfirmasi awak media ini Senin (29/1) mengatakan, dia dipanggil oleh Amrin Siregar untuk mengeluarkan truck colt diesel milik Ichwan Siregar yang telah dirampas Negara itu, Wendra yang mengaku sebagai wartawan salah satu media online tersebut mengatakan sudah melakukan pengurusannya termasuk membuat berkas gugatannya kepada Kejari Rengat terkait truck colt diesel adalah sebagai barang bukti dan bukan sebagai barang rampasan Negara.

Dijelaskannya, bahwa dirinya bersama Amrin Siregar menerima uang dari Ichwan Siregar beberapa hari lalu sebesar Rp 15 juta untuk mengurus pengeluaran truck colt diesel milik Ichwan Siregar itu yang menunggu dilaksanakannya lelang bulan Februari 2018 yang akan datang, namun di tengah perjalanan Ichwan Siregar meminta agar uang yang diberikannya itu dikembalikan.

Karena sudah masuk dalam tahap pengurusan, maka nilai uang yang Rp.15 juta itu sudah tidak utuh lagi, “Saya sudah kembalikan uang Ichwan Siregar sebesar Rp 7 juta, yang Rp 1 juta diminta oleh Amrin Siregar dan yang Rp 7 juta lagi habis untuk biaya selama dalam pengurusan termasuk makan minum selama waktu pengurusan, kata Wendra. (zap)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Ketum PPP Muncul dalam Persidangan Kasus Mafia Anggaran
4 Cara Membersihkan Paru-Paru Perokok Secara Alami
Ini Aksi Tipu Eksportir Baja Asing yang Rugikan RI Rp 222 T
Menristek Heran Kasus Pemerkosaan Mahasiswi UGM Muncul Lagi
Dekan Fisipol: UGM Jangan Tutupi Kasus Pemerkosaan Mahasiswi saat KKN
Terdapat 1 komentar untuk artikel ini.
lelang motor kejaksaan

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad