Home  / Features
Benarkah Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu?
Jumat, 22 Desember 2017 | 22:16:25
Happy Mother’s Day
TANGGAL 22 Desember selalu diperingati sebagai Hari Ibu. Meski tak ada hadist tertentu yang menjelaskan hal tersebut namun perlu diketahui bahwa kebaikan kepada ibu, menjadi hal penting dalam mengejar kebaikan dunia akhirat.

Hadits dengan redaksi Al Jannatu Tahta Aqdami Al Ummahat (surga di bawah telapak kaki ibu) secara riwayat adalah dhaif atau lemah. "Tetapi secara makna benar dan dikuatkan oleh perintah Allah dan Rasul-Nya agar kita berbuat baik dengan ibu dan bapak," ungkap Ustadz Harjani Hefni kepada Okezone.

Perintah untuk berbuat baik dengan kedua orangtua, dijelaskannya terdapat dalam Alquran Surah Luqman ayat 14, Surah Al Ankabut 8 dan Surah Al Isra ayat 23. Dalam hadits, Nabi juga memerintahkan untuk berbuat baik kepada kedua orangtua.

Dalam Surah Luqman, Allah menyebutkan 3 perjuangan ibu yang tidak bisa dilakukan oleh ayah, yaitu hamil, melahirkan dan menyusui. Oleh sebab itu wajar Rasulullah mengutamakan berbuat baik kepada ibu tiga kali sebelum menyebutkan bapak.

Dari Abu Hurairah Radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’

Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’

Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’

Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.” (HR. Bukhari nomor 5971 dan Muslim nomor 2548)

Lantas, bagaimana dengan ayah? Jika surga berada di telapak kaki ibu, masihkah kita harus mengutamakan beliau?

Ustadz Harjani Hefni menjawab, berbuat baik kepada ayah sama dengan berbuat baik kepada ibu, dan semua ayat yang disebutkan di atas tidak hanya perintah untuk berbuat baik kepada ibu tetapi juga kepada bapak.

Ibu dan ayah yang menelantarkan anaknya termasuk kategori orang yang tidak amanah, karena anak adalah titipan Allah yang harus dijaga.

Dia telah bermaksiat kepada Allah karena telah melanggar perintah Allah agar menjaga anak-anak mereka.

Di dalam kehidupan sehari-hari banyak ditemui kasus didalam sebuah keluarga yang utuh ternyata tidak satu keturunan, artinya banyak orangtua yang mengangkat anak orang lain untuk diasuh selayaknya anak kandung sendiri. Bagaimana status mereka akan hak dan kewajiban kepada anaknya?

Ustadz Harjani menjelaskan, meski status ibu angkat tidak sama dengan ibu kandung dalam hak dan kewajiban, tetapi berbuat baik kepada orang yang telah berbuat baik kepada kita adalah kewajiban kita. "Tidak ada balasan yang pantas untuk ihsan atau kebaikan kecuali kebàikan lagi," jelasnya.

Untuk contoh dari Nabi sendiri tidak ada riwayat yang menjelaskan tentang hal itukarena ibunya meninggal ketika Nabi berusia 6 tahun. Riwayat yang ada dijelaskannya hanya disaat ziarah Nabi SAW ke makam ibunya.

(ful/okezone)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Ilmuwan Temukan Gua Bawah Laut Terbesar di Dunia
Mantap, Ketua DPRD Rohil Miliki 3 Unit Mobnas
Pencairan Dipermudah, Dana Desa Cair Akhir Bulan Ini
Sah Jadi Mensos, Idrus Marham Akan Lepas Jabatannya di Golkar
Jamret Gelang Emas IRT, Dua Pemuda Ini Nyaris Bonyok Dipelasah Warga

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad