Home  / Features
Nenek Renta 84 Tahun ini Sandarkan Hidup dari Belas Kasihan Warga
Selasa, 8 Agustus 2017 | 09:05:23
eza/rec
Anggota DPRD Riau Dapil Pekanbaru, Ade Hartati saat berkunjung ke kediaman Mak Boy.
PEKANBARU, riaueditor.com - Nasib malang dan menyedihkan dialami seorang nenek renta usia 84 tahun bernama Darwiza biasa di kenal Mak Boy, warga RT 04/RW 02 Kelurahan Air Dingin Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru. Pasalnya di usia senja ia terpaksa menggantungkan hidup dari belas kasihan orang lain. 

Meski tinggal di ibu kota Provinsi, setiap hari Mak Boy dan seorang anaknya yang cacat hanya bisa menerima pemberian warga sekitar agar bisa bertahan hidup. 

Mak Boy tinggal di sebuah gubuk reot dan bangunan semi permanen, dengan kondisi seadanya dan jauh dari kata layak. Mak Boy mengaku hanya bisa pasrah dengan hidup yang dijalaninya saat ini.

Dikisahkan oleh Mak Boy, sejak kepergian sang suami 6 tahun lalu, dirinya tak bisa berbuat banyak. Usia yang tua dan harus mengurus seorang anak yang cacat bernama Ilham membuatnya berada dalam kondisi kesusahan dan serba kekurangan.

“Kalau untuk makan sehari-hari, biasanya ada warga yang ngasih kami. Kalau anak awak yang satu lagi, dia cuma supir truk serta punya keluarga dengan 3 orang  anak. Tak banyak juga yang bisa diharapkan dari dia, karena penghasilannya juga pas-pasan. Jadi amak pasrah aja, kalau tak ada nasi atau makanan, ya kami puasa. Untuk bayar listrik, ya kadang ada warga yang bantu,” beber Mak Boy dengan berlinang air mata.

Kondisi Mak Boy yang hidup dalam kemiskinan, membuat anggota DPRD Riau Dapil Pekanbaru, Ade Hartati merasa prihatin. Bayangkan saja, diusia senja seperti sekarang beliau harus mencari nafkah dan mengurus seorang anak yang cacat.

“Kita sangat prihatin melihat kondisi Mak Boy, beliau cuma dapat bantuan Jamkesmas. Beliau udah tua, gak mungkin lagi kerja. Untuk makan sehari-hari, hanya bersandar pada belas kasihan warga sekitar. Rencananya, Mak Boy akan diusulkan ke Baznas Kota Pekanbaru agar bisa mendapatkan bantuan rutin setiap bulan sehingga memiliki uang untuk bertahan hidup. Mereka inilah yang seharusnya dibantu pemerintah, bahkan harus prioritas,” tutur Ade Hartati didampingi ketua RT/RW setempat saat berkunjung ke kediaman Mak Boy pada akhir pekan lalu.

Ketua RW 06, Ustad Yurnalis berjanji akan membantu keluarga Mak Boy karena selama ini luput dari pantauan. Menurut Yurnalis, Mak Boy dan keluarga hanya mendapatkan bantuan zakat fitrah, bantuan janda dan anak yatim serta kupon kurban sekali setahun dari masjid. Sedangkan untuk bantuan lainnya dari pemerintah, beliau tidak pernah dapat selain Jamkesmas.

“Beliau ini orangnya tertutup atau kurang terbuka, tidak mau melaporkan masalah yang dialaminya. Jadi selama ini kita tak tau, apa yang beliau alami. Ini akan jadi prioritas kita, karena Mak Boy dan anaknya sangat membutuhkan bantuan,” ungkap Ustad Yurnalis.

Guna meringankan beban Mak Boy dan keluarga, Ade Hartati menyerahkan bantuan paket sembako seperti beras satu karung, minyak makan 2 liter, mi instan satu karton, sarden dan gula pasir. Ade berharap, ada donatur lain atau pihak pemerintah yang mau membantu keluarga Mak Boy sehingga beliau bisa hidup layak di usia senja. (Eza)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Kenang Jasa Pahlawan, Polres Inhil Napak Tilas ke Makam Letda M Boya
Gubri: Bangun Komunikasi yang Baik Antara Orang Tua dan Anak
8 Makanan yang Bikin Anda Cepat Tua, Mulai dari Roti hingga Kopi!
Program Banyak, Warga Miskin Juga Banyak, Pemko Minim Sosialisasi
VIDEO: Hiii, Penampakan Mahkluk Misterius Tertangkap Kamera di China

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU